Teaser trailer Foufo menampilkan benturan yang sangat lucu, saat alien berada di tengah-tengah keluarga Madura. Muslim sedang berusaha mendapat pinjaman bank untuk melunasi biaya haji ibunya.
Di tengah keterdesakan itu, Muslim diajak temannya, Kacung, untuk mencuri rel kereta. Suatu malam, keduanya bersama ipar Muslim, Ipul pun melancarkan aksi mereka.
Namun, di tengah aksi pencurian, tiba-tiba benda asing jatuh dari langit. Ketiganya pun lalu membawa pulang benda yang penuh besi tersebut dan gagal mencuri rel kereta. Saat di rumah, benda asing itu ternyata membawa penumpang yang membuat kaget seluruh anggota keluarga besar Muslim. Apa yang akan terjadi berikutnya?
Sementara itu, dalam official teaser poster Foufo, menampilkan fokus terhadap sosok Foufo–sang alien yang jatuh ke Madura, dengan kepala bulatnya yang besar berantena, serta wajahnya yang berbinar tersenyum lugu. Di sebelahnya, hadir Tretan Muslim, yang akan menjadi kawan si alien tersebut.
Film Foufo disutradarai oleh Bayu Skak, dengan produser eksekutif David Suwarto, dan produser Bayu Skak bersama Ricky R. Setiawan. Film ini menggabungkan elemen animasi dan live action, dan hampir 80% dari para pemerannya adalah casting saat di Madura.
“Kami ingin membawa sesuatu yang baru di perfilman Indonesia, yakni komedi sci-fi. Cerita awalnya adalah sangat sederhana, bagaimana jika alien jatuh di Madura, dan dia bertemu dengan keluarga Madura? Itu menjadi sesuatu yang unik,” ujar produser dan sutradara Bayu Skak.
Keterlibatan Sinemart berkolaborasi dengan Skak Studios sendiri sudah dilakukan sejak awal proyek ini berjalan. Saat itu dimulai di JAFF Market 2024, di mana Sinemart dan Skak Studios mengumumkan kerja sama untuk memproduksi film Foufo.
“Kami melihat ide dan cerita yang unik yang dibawa Bayu Skak, yang membuat Sinemart yakin untuk turut berkolaborasi di film Foufo. Film ini juga akan menjadi penawaran baru yang segar di perfilman Indonesia, dengan mengangkat cerita keluarga Madura, serta balutan komedi sci-fi yang menjadikannya unik,” ujar produser eksekutif David Suwarto.
Selain Tretan Muslim, film ini turut dibintangi di antaranya oleh Habib Jafar, Benedictus Siregar, Mieke Shahir, dan Siti Kamariyah. Foufo juga menjadi film pertama Tretan sebagai pemeran utama.
“80% pemain film Foufo itu casting, bahkan ada yang tidak punya latar belakang sebagai aktor. Dan ini yang menjadikan filmnya menarik, karena Bayu Skak tidak mau menjadikan orang Jakarta sebagai orang Madura, tapi memang orang Madura yang menjadi orang Madura di filmnya. Foufo akan menjadi film yang unik karena mempertemukan alien dengan keluarga Madura,” ujar Tretan Muslim.
Film Foufo akan tayang di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026. Ikuti informasi terbaru mengenai perkembangan film Foufo melalui akun Instagram resmi @filmfoufo, @skakstudios, dan @sinemart_ph.
***
Tentang Skak Studios
Skak Studios adalah IP Studio Company yang mengusung konsep Hyper lokal lewat konten kreatif film hingga lokadrama yang menggunakan pemain putra-putri daerah atau kita menyebutnya dengan lokatalenta. Kini, Skak Studios dengan para foundernya yaitu Bayu Skak dan Ricky Ramadhan Setiyawan telah menghasilkan beberapa produk IP Character & Story dan berkolaborasi dengan beberapa Production House menelurkan karya-karya fenomenal dalam industri film seperti Yowis Ben, Lara Ati, Lokadrama Lara Ati dan Lokadrama Rujak Cingur Lek Har.
Lokadrama Lara Ati yang ditayangkan di OTT, telah merebut hati penonton hingga 50 juta penonton dari seluruh Indonesia, ini menorehkan penonton terbanyak sepanjang sejarah OTT. Begitu pula Yowis Ben yang lebih dahulu mencatat sebagai film terlaris Indonesia sepanjang tahun 2018-2021. Yowis Ben juga masuk nominasi film favorit pada Indonesian Movie Actor Awards (2018), Pemenang Film Favorit Remaja pada Festival Film Bandung (2018), dan masuk nominasi Piala Maya untuk kategori Skenario Asli dan Pemain Pendatang Baru Terpilih (2019). Semua film dan lokadrama yang telah mendapatkan apresiasi ini semuanya menggunakan hampir 100% bahasa daerah dan talenta daerah.
Tentang Sinemart
Sinemart, yang diambil dari 3 kata ‘Sinema’, ‘Art’, dan ‘Mart’, menggambarkan secara tepat apa visi dari perusahaan kami ini. Kami berusaha menciptakan sebuah campuran sempurna antara ‘seni’ dan ‘dagang’ melalui medium film. Seperti telah disebutkan sebelumnya, kerinduan akan menyampaikan cerita-cerita yang inspirasional merupakan fondasi kami untuk mengembangkan sebuah serial televisi atau film layar lebar.
Sebuah cerita inspirasional tentunya subjektif dengan selera orang, namun cara kami menceritakan adalah yang membuat kami beda dari yang lain. Gaya cerita kami bisa digambarkan sebagai kombinasi dari artistik dan komersil, yang menurut kami sangat tepat sebagai penarik perhatian untuk berbagai umur dan latar belakang.