Di tengah atmosfer cerita yang makin gelap dan penuh intrik, karakter yang diperankan Olla Ramlan menghadirkan suara yang berani terhadap aturan kelompok yang selama ini berjalan tanpa banyak perlawanan. Lewat dialog-dialog yang tajam, ia mulai mempertanyakan dasar moral dari hubungan yang diklaim sebagai ikatan spiritual tersebut. Dalam perkembangan terbaru cerita, praktik nikah batin tidak lagi hanya digambarkan sebagai aturan internal kelompok, tetapi mulai terlihat jelas sebagai bentuk relasi timpang yang merugikan perempuan.
Inilah yang membuat kehadiran Olla Ramlan menjadi semakin penting menjelang akhir serial. Saat karakter lain masih bergerak di bawah bayang-bayang kekuasaan Walid, Olla justru mulai menunjukkan keberanian untuk membongkar sisi paling problematis dari sistem yang dijalankan kelompok tersebut. Ia menyoroti bahwa hubungan tanpa kejelasan status dan perlindungan hanya meninggalkan kerugian bagi perempuan yang terjebak di dalamnya.
Peran Olla Ramlan dalam serial Malaysia ini juga berada di posisi yang sangat strategis. Ia bukan orang luar, melainkan istri dari Habiburrahman, sosok penting yang memimpin jemaahnya sendiri dan memiliki kedekatan dengan Walid dalam upaya memperluas pengaruh mereka. Posisi ini membuat karakter Olla berada tepat di pusat lingkaran kekuasaan, sekaligus menjadi saksi dari berbagai pembicaraan internal yang bersifat rahasia.
Justru karena kedekatannya dengan pusat kekuasaan itulah, perubahan sikap Olla Ramlan terasa semakin signifikan. Jika sebelumnya ia tampak masih sejalan dengan langkah suaminya, kini ia mulai berdiri di sisi yang berbeda. Perlawanan yang ia tunjukkan bukan hanya membuka celah konflik baru, tetapi juga berpotensi mengguncang keseimbangan di dalam kelompok itu sendiri.
Menjelang episode terakhir, keberanian Olla Ramlan untuk bersuara membuat tensi cerita naik drastis. Sikapnya yang semakin tegas berpotensi memicu keretakan dari dalam, terutama ketika ia mulai menentang cara berpikir yang selama ini dijaga ketat oleh lingkaran kelompok. Dalam dunia yang tertutup, kaku, dan dibangun di atas kepatuhan, satu suara yang menolak bisa menjadi ancaman besar.
Risikonya pun tidak kecil. Ketika seorang perempuan mulai mempertanyakan struktur yang selama ini menekan, ia tidak hanya berhadapan dengan aturan, tetapi juga dengan orang-orang yang diuntungkan oleh aturan tersebut. Inilah yang membuat perjalanan karakter Olla Ramlan menjelang akhir Walid terasa semakin menegangkan: apakah keberaniannya akan membuka jalan pada kebenaran, atau justru menempatkannya dalam bahaya yang lebih besar?
Dengan sorotan yang kini tertuju pada praktik nikah batin, perebutan pengaruh antar pemimpin kelompok, dan keberanian Olla Ramlan menolak diam, dua episode terakhir Walid dipastikan menjadi babak penentuan yang paling panas. Bukan hanya soal siapa yang berkuasa, tetapi juga siapa yang akhirnya berani melawan.
Jangan lewatkan momen-momen paling menentukan dari Walid dalam dua episode terakhirnya, tayang Kamis dan Jumat, hanya di Viu.