Sabtu, 27 Desember 2025

Bernadya Dibikin Terharu, Indra Jegel Jamin Nangis Nonton Film Suka Duka Tawa, Saatnya Nangis Haru Duluan di 15 Kota

Film Suka Duka Tawa akan hadir di 15 kota terlebih dahulu pada 28 Desember 2025

Jakarta, 24 Desember 2025 Gala Premiere film Suka Duka Tawa yang digelar akhir pekan lalu meninggalkan kesan mendalam bagi para penontonnya. Sejak pemutaran perdananya, Suka Duka Tawa mendapat respons positif dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), termasuk antusiasme tinggi pada sesi mendadak screening di Depok dan nonton bareng para musisi yang menunjukkan kedekatan emosional film ini dengan penontonnya.

Alih-alih meratapi duka secara frontal, film karya sutradara Aco Tenriyagelli ini justru menghadirkan cara yang tidak biasa dengan menertawakan luka sebagai cara bertahan hidup. Pendekatan inilah yang membuat film Suka Duka Tawa terasa dekat dengan banyak pengalaman orang hingga membuat bahkan membuat para penontonnya tersentuh dan menangis.

Salah satunya ada Bernadya, penyanyi dari lagu "Masa Sepi" yang menjadi salah satu original soundtrack film ini, mengaku tidak menyangka dirinya akan menangis saat menonton.

"Filmnya, semuanya bikin aku menangis terharu, karena bahagia. Padahal aku bukan penonton film yang bisa bener-bener nangis. Aku juga skeptis sama film yang mengangkat tema tentang broken home, karena aku enggak broken home. Tapi gokil Aco, aku nangis banget," kata Bernadya seusai menonton film Suka Duka Tawa.

Ia pun tidak menyangka lagunya tersebut diletakkan di salah satu adegan yang menurutnya tidak terpikir olehnya.

"Filmnya udah dalem, semoga dengan adanya laguku dan lagu-lagu yang lain bisa bikin penonton jadi makin larut di dalam filmnya," tambah Bernadya.

Di lain sisi, hal serupa juga diungkapkan oleh Baskara Putra atau Hindia yang menurutnya, film Suka Duka Tawa memberikan perasaan yang hangat setelah menontonnya. "Gue nonton lagi sedih, ketawa lagi, sedih, ketawa lagi. Menyenangkan, manis filmnya. Secara perasaan film ini penuh, in a good way. lucu di momen-momen yang enggak disangka," kata Baskara Putra/Hindia.

Sementara itu, komika Stand Up Comedy Indra Jegel mengungkapkan film ini dijamin bakal bikin nangis. "Bolak-balik nangis, hancur! Nonton, aku yang jamin," kata Indra Jegel seusai Gala Premiere Suka Duka Tawa.

Tak hanya tersentuh secara emosional, Indra Jegel juga membagikan pengalamannya menonton film ini melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengaku film tersebut membuatnya bahagia sekaligus reflektif sebagai seorang ayah.

"Filmnya tentang ayah seorang komedian yang punya anak perempuan dan hubungan tidak baik, langsung mak deg jantungku. Sepanjang nonton MATA KEMENG, bahagia, sambil mikir aku gimana nanti ya sama Nane." tulis Indra Jegel.

Selain dari Bernadya, Hindia, dan Indra Jegel, antusiasme terhadap Suka Duka Tawa juga terlihat dari berbagai unggahan publik figur yang hadir dalam Gala Premiere dan membagikan kesan mereka melalui media sosial.

Dari rasa haru Vidi Aldiano melihat teman-temannya bermain dalam satu film, apresiasi sutradara Timo Tjahjanto terhadap debut feature Aco Tenriyagelli, hingga Gyanda Agtyani yang menyampaikan roller-coaster emosi yang ia rasakan.

"Sempoyongan kagum menonton debut feature @acotenri. Komedi berbalut keributan hidup di eksekusi sepenuh cinta dan hati." tulis Sutradara Timo Tjahjanto.

"Seneng banget lihat temen-temen ngumpul main di satu film rollercoaster ini." tulis Vidi Aldiano

"Ini film lucu tapi kok aku mewek terus ya. Gimana sih maksudnya ini ???!! Semua mainnya flawless sekali ya. Keren-keren BGT AAH! Jangan lupa nonton yaa kalau sudah tayang gengs!" tulis Febby Rastanty

"Selalu suka lihat acting-nya Rifnu Wikana di film apapun tapi ku bisa bilang, it's his best performance! Marissa Anita's performance flawless as usual. Rachel Amanda sukses bikin aku sebellIIIl tapi sayang sama Tawa. Enzy Storia kamu show stealer banget! Trio ABG dengan asbun-asbun nya juga laff. Lalalove this ensemble. Keren banget Aco Tenri directnya." tulis Gyanda Agtyani.

Nonton Duluan di 15 Kota pada 28 Desember 2025

Setelah sukses melakukan world premiere di JAFF20, Gala Premiere, dan Nobar Musisi, film Suka Duka Tawa kini juga akan hadir lebih dulu dalam Nonton Duluan di 15 Kota. Film Suka Duka Tawa akan tayang lebih dulu pada Minggu, 28 Desember 2025 di 15 kota, sebelum tayang serentak di bioskop mulai 8 Januari 2026.

Daftar kota yang menjadi tujuan Nonton Duluan Suka Duka Tawa adalah Jakarta (Hollywood XXI), Bogor (Mall BTM XXI), Solo (Grand XXI), Tangerang (CBD Ciledug XXI), Surabaya (Grand City XXI), Makassar (Panakkukang XXI), Lampung (MalKartini XXI), Bandung (CGV BEC Mall), Depok (CGV DMall), Cirebon (CGV Grace City Mall), Yogyakarta (Cinepolis Lippo Plaza Mall), Malang (Cinepolis Malang Town Square), Semarang (Cinepolis Java SuperMall), Bekasi (KCM Jati Asih), dan Purwokerto (Rajawali Cinema).

Tiket Nonton Duluan Film Suka Duka Tawa di 15 Kota dapat dibeli melalui bit.ly/nontonduluansdt dengan kuota terbatas.

"Film ini adalah drama tentang duka dan kehilangan. Yang membuat berbeda, film ini tidak dengan cara diratapi, tapi diceritakan melalui tawa yang jujur," kata produser eksekutif Ajeng Parameswari.

"Berharap film Suka Duka Tawa bertemu dengan penonton sebanyak-banyaknya, bisa menebarkan cinta dan menumbuhkan harapan-harapan baru," kata penulis dan sutradara Aco Tenriyagelli.

Film Suka Duka Tawa merupakan debut penyutradaraan Aco Tenriyagelli, yang sebelumnya sukses dengan banyak film pendek, serial, dan video musik. Aco menulis naskahnya bersama Indriani Agustina, serta diproduseri oleh Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo.

Suka Duka Tawa dibintangi oleh Rachel Amanda, Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Enzy Storia, Myesha Lin, Nazira C. Noer, Mang Saswi, dan Abdel Achrian.

Tonton film Suka Duka Tawa di bioskop mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image melalui akun-akun media sosial resmi.

Rabu, 24 Desember 2025

Film Animasi 5 Centimeters Per Second Makoto Shinkai Akan Tayang di Bioskop Indonesia Mulai 16 Januari 2026, Saatnya Menonton Anime Legendaris di Layar Lebar

Film 5 Centimeters Per Second Live Action juga akan tayang di bioskop Indonesia

Jakarta, 23 Desember 2025 Setelah 18 tahun sejak perilisan perdananya, film animasi legendaris karya sutradara Makoto Shinkai, 5 Centimeters Per Second (2007), akhirnya akan tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026! Para penggemar Makoto Shinkai dan pencinta animasi kini bisa merasakan pengalaman menonton animasi legendaris 5 Centimeters Per Second di layar lebar. Sebelum rilis reguler, juga akan ada special screening pada 10 dan 11 Januari 2026.

5 Centimeters Per Second terdiri dari tiga bagian pendek: Cherry Blossom Story, Cosmonaut, dan 5 Centimeters per Second. Penonton kini akan diajak merasakan nostalgia yang hangat dan emosional bersama Takaki dan Akari, yang terpisahkan oleh jarak dan waktu. Film ini berhasil meraih penghargaan Best Animated Feature Film di ajang Asia Pacific Screen Awards, yang dikenal sebagai penghargaan paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik.

5 Centimeters Per Second diciptakan oleh Makoto Shinkai, setelah karya-karya sebelumnya, yaitu Voices of a Distant Star (2002) dan The Place Promised in Our Early Days (2004). 5 Centimeters Per Second akan mengikuti kisah Takaki dan Akari.

Setelah pindah ke sekolah dasar yang sama, Takaki dan Akari menjadi sahabat dekat. Namun, kehidupan mereka mulai berubah saat keluarga masing-masing harus pindah ke kota yang berbeda.

Setelah satu tahun berpisah, Takaki berniat untuk menemui Akari kembali. Saat duduk di dalam kereta dari Tokyo, kenangan masa lalu membanjiri pikiran Takaki seiring waktu pertemuannya dengan Akari yang semakin dekat. Takaki dan Akari mulai mempertanyakan apakah mereka dapat bertemu kembali untuk mengungkapkan perasaan terpendam mereka satu sama lain.

Ikuti perjalanan Takaki melalui tiga kisah cinta dan masa muda yang hilang, yang melampaui menit dan bulan dalam kehidupan mereka.

Film animasi 5 Centimeters Per Second disutradarai, ditulis, dan diproduseri oleh Makoto Shinkai, diproduksi oleh CoMix Wave Inc. dengan desain karakter oleh Takayo Nishimura, tata artistik latar belakang oleh Takumi Tanji dan Akiko Majima, serta musik dari Tenmon.

Makoto Shinkai adalah sutradara animasi yang dikenal luas karena film-film animasinya yang memiliki visual memukau sekaligus menyentuh sisi emosional. Selain karya fenomenal 5 Centimeters Per Second (2007), ia juga telah merilis karya-karya animasi fenomenal lainnya yang juga memiliki banyak penggemar, di antaranya Suzume (2022), Weathering With You (2019), dan Your Name (2016).

Sementara itu, pada tahun ini, film animasi 5 Centimeters Per Second juga diadaptasi ke dalam format Live Action yang disutradarai Yoshiyuki Okuyama.

5 Centimeters Per Second Live Action telah lebih dulu rilis di jaringan bioskop Jepang pada Oktober tahun ini. Film ini juga dijadwalkan akan segera tayang di jaringan bioskop Indonesia.

Saksikan terlebih dahulu film anime 5 Centimeters Per Second karya Makoto Shinkai di bioskop Indonesia mulai 16 Januari 2026. Rasakan memori kenangan bersama Takaki dan Akari yang akan memberikan perasaan yang tak pernah terlupakan melalui visual yang emosional.

Selasa, 23 Desember 2025

Film MODUAL NEKAD, Jadi Komedi KeluargaPaling Kocak Tahun Ini dan Tahun Depan! Siapkan Rahang untuk Teriak dan Tertawa

Film Modual Nekad tayang mulai 31 Desember 2025 di Bioskop Indonesia

Jakarta, 22 Desember 2025 Imam Darto kembali dengan kenekadannya! Starvision dan Pabrik Cerita mempersembahkan film Modual Nekad, komedi keluarga yang paling kocak tahun ini dan tahun depan, siap tayang di bioskop mulai 31 Desember 2025.

Film Modual Nekad merupakan lanjutan dari film pertamanya, Modal Nekad, yang menjadi debut penyutradaraan Imam Darto dan sukses meraih lebih dari 865 ribu penonton di Bioskop Indonesia. Kali ini, dipercaya oleh produser Chand Parwez Servia, Imam Darto menghadirkan cerita yang dua kali lebih lucu, dan kembali penuh aksi.

Modual Nekad mengikuti kisah tiga bersaudara, Saipul (Gading Marten), Jamal (Tarra Budiman), dan Marwan (Fatih Unru). Niat Marwan menyelamatkan rumah warisan Bapak, justru menyeret Jamal dan Saipul ke dalam situasi berbahaya yang melibatkan oknum jaksa korup dan pengusaha manipulatif yang gila dan kejam!

Untuk selamat, mereka bertiga butuh modal lebih dari nekad! Tak hanya dibintangi ketiganya, Modual Nekad masih diperkuat oleh jajaran pemeran yang sudah menghibur di film pertamanya, serta membawa jajaran nama-nama besar yang akan ikut meramaikan di film keduanya.

Selain Gading, Tarra, dan Fatih, Modual Nekad masih dibintangi oleh, Gisella Anastasia, Gempita Nora Marten, Sahila Hisyam, Sadana Agung, Budi Ros, Ananda Omesh, Inyonk, Angga Nggok, Sinyorita Esperanza, Chika Waode, juga banyak nama-nama baru yang ikut bermain di film ini di antaranya adalah Ira Wibowo, Surya Saputra, Rigen Rakelna, Ananta Rispo, Andre Taulany, Surya Insomnia, Roy Marten, Ferry Maryadi, Arief Didu, Ismi Melinda, Edo Borne, Josevanie Allestra, Marella, Kaneishia Yusuf, Kiki Narendra, Rizky Inggar, Ben Kasyafani, Samuel Zylgwyn, David Nurbianto, Gabriella Desta, Danang Suryonegoro, Gilang Gombloh, Farhan Frisia, Astry Ovie, Andi Sujono, dll.

"Film Modual Nekad akan menjadi perayaan pelepas penat bagi masyarakat Indonesia pada akhir tahun 2025 dan awal tahun 2026. Komedi keluarga yang akan mengajak seluruh penonton tertawa, dan berefleksi dengan cerita yang tersaji di antara tiga bersaudara dengan keluarga baru mereka," ujar produser Chand Parwez Servia.
Imam Darto, yang kembali menyutradarai film sekuel ini mengungkapkan kebahagiaannya karena bisa bekerja sama kembali dengan Starvision. la juga senang diberikan kepercayaan oleh Chand Parwez Servia untuk kembali menyutradarai.


"Saya sebenarnya sudah kapok untuk menggarap adegan action di film pertama. Tapi ternyata seru juga, dan akhirnya justru saya tambahkan lagi untuk bisa lebih action di film Modual Nekad. Tentu selain karena lebih nekad, juga karena dukungan Pak Chand Parwez dan Starvision. Semoga Modual Nekad bisa jadi hiburan yang seru untuk keluarga Indonesia di akhir tahun ini dan awal tahun depan," kata penulis dan sutradara Imam Darto.

"Penonton bakal menyaksikan cerita yang baru, dengan penampilan yang sangat berbeda. Dengan ansambel yang dar der dor luar biasa, cerita di film Modual Nekad ini akan jadi kelanjutan dari film pertamanya. Waktu yang pertama kan Saipul, Jamal, dan Marwan dapat uang banyak, nah di film ini akan menemukan kelanjutan dari kegilaan dan kenekadan apa lagi sih yang akan dihadapi?" Ujar Gading Marten.

"Di film ini, karakter saya, Jamal kan sudah menikah juga dengan Rosma. Itu yang menarik. Ceritanya itu ke masing-masing keluarga juga. Karena Saipul juga kembali lagi dengan mantan istrinya, Gina. Nah masalah masing-masing keluarga ini yang juga akan relate ke setiap penonton," tambah Tarra Budiman.

"Pak Sutradarto (Imam Darto) di sini kasih level yang makin naik lagi untuk Modual Nekad. Cukup sedikit menantang bagiku, karena di film yang kedua ini, aku yang jadi sumber masalahnya. Kembali lagi beraksi bareng Gading dan Tarra dengan action yang lebih intens, dramanya juga lebih dalam, plus dijamin bikin rahang pegal untuk teriak tertawa," kata Fatih Unru.

Jika di film pertamanya Imam Darto membuat Gading Marten, Gisella, dan Gempi berpisah, justru di film ini Darto menyatukan kembali 3G (Gading, Gisella, dan Gempi), ditambah kehadiran Roy Marten! Waduh, ada pertanda apa ya?

Tonton film Modual Nekad persembahan Starvision dan Pabrik Cerita di Bioskop mulai 31 Desember 2025. Siapkan rahang untuk teriak dan tertawa! Ikuti perkembangan terbaru film Modual Nekad melalui akun Instagram @modualnekadfilm, @Starvisionplus @Pabrikcerita, dan Tiktok @StarvisionOfficial

Film Malam 3 Yasinan, Horor Misteri yang Mengungkap Rahasia Kelam Keluarga Konglomerat Pabrik Gula Saat Dosa, Obsesi, dan Keserakahan Membawa Petaka

Film Malam 3 Yasinan tayang mulai 8 Januari 2006 di bioskop Indonesia Dibintangi Shalom Razade, Wulan Guritno, Bain Wong hingga Hamish Daud

Jakarta, 21 Desember 2025 Di sebuah rumah besar yang seharusnya terasa hangat oleh keluarga, justru menjadi sebuah labirin yang menyimpan rahasia tergelap manusia. Malam 3 Yasinan, horor misteri terbaru persembahan Alkimia Production dan Helroad Films akan tayang mulai 8 Januari 2026 di bioskop.

Berlatar pada tahun 1980-an yang mengikuti sebuah keluarga konglomerat pemilik pabrik gula, keserakahan dan dosa dipertaruhkan! Sebuah horor yang akan membawa penonton pada pengalaman yang bikin merinding, takut, sekaligus tercengang dengan kejutan yang tak terduga.

Opa Hendra (Piet Pagau) adalah pemimpin keluarga Djojodiredjo. Ia mengatur segala perilaku dari anak, menantu, dan cucunya, demi menjaga nama baik keluarga dengan filosofi 'mikul dhuwur, mendhem jero. Tapi, apa yang ia percayai dan semua yang ingin ia kontrol justru berakhir tragis.

Selepas kematian salah satu cucu Opa Hendra, Sara (Shaloom Razade), wajah asli dari keluarga besar Djojodiredjo semakin terkuak. Sara memiliki saudara kembar, Samira (juga diperankan oleh Shaloom Razade). Citra yang selama ini terlihat baik dari luar, retak, dan memperlihatkan keburukan yang sebenarnya.

Film Malam 3 Yasinan menyajikan horor yang kuat dengan drama keluarganya. Tak hanya menampilkan keseraman dari sosok gaib, tetapi juga keserakahan manusia yang tak kalah horor.

Dibintangi oleh Shaloom Razade, Piet Pagau, Farhan Rasyid, Wulan Guritno, Hamish Daud, Baim Wong, Amanda Gratiana Soekasah, Janna Joesoef, Izabel Jahja, Yasmine Aqeela, dan Tien Kadaryono, film Malam 3 Yasinan disutradarai oleh Yannie Sukarya.

Di film ini, Wulan Guritno turut memproduseri bersama Amanda Gratiana Soekasah, Janna Joesoef, dan Helfi Kardit. Melalui Malam 3 Yasinan, penonton juga diajak untuk melihat lebih dekat tentang sebuah nilai penting dari keluarga.

"Di film Malam 3 Yasinan penonton akan melihat keangkuhan kerapuhan, dan ketakutan, yang ada di keluarga Opa Hendra. Selain horor yang menyeramkan dan menakutkan, juga akan ada banyak intrik-intrik dari keluarga ini yang mengerikan." kata sutradara Yannie Sukarya.
Bukan hanya ketakutan dari kehadiran makhluk gaib, tapi ketakutan di film ini juga tercipta dari rasa bersalah saat semuanya menutupi dosa. Obsesi akan keserakahan dan pencitraan yang akhirnya menyesatkan, akan membawa penonton masuk ke dalam intrik keluarga di dalam rumah besar konglomerat pemilik pabrik gula tahun So-an. Sebuah konflik rumah tangga yang akan lebih seram dari hantu," tambah produser dan pemeran Wulan Guritno.

Untuk memerankan karakter kembar yang memiliki sifat dan hobi berbeda, Shaloom mengungkapkan ia mengerahkan seluruh energinya. Memerankan Sara, Shaloom harus mempelajari biola, sementara memerankan Samira, Shaloom harus belajar mengendarai motor kopling.

"Di film ini menjadi kesempatan aku untuk menantang diri sampai sejauh mana batas-batas aku dalam mengeksplorasi karakter. Butuh persiapan yang panjang, dan dibantu dengan tiga acting coach juga untuk mempersiapkan peran Sara dan Samira. Ini adalah tantangan, dan Malam 3 Yasinan menjadi warna horor baru yang aku eksplorasi," kata Shaloom Razade.

Film Malam 3 Yasinan akan menyajikan chemistry yang intens dari para aktor ternama yang terlibat konflik keluarga. Film ini juga menjanjikan genre horor misteri yang segar yang tidak hanya mengandalkan jumpscare, tetapi menggunakan misteri keluarga, citra dan martabat keluarga, serta kehancuran yang akan menjadi pengalaman menghibur lewat teror supranatural.

Malam 3 Yasinan menjadi hiburan yang menghadirkan tensi tinggi dengan emosi yang intens, ketika konflik antargenerasi dan aib masa lalu menjadi sebab-akibat yang mematikan.

Malam Gala Premiere Malam 3 Yasinan pun sangat meriah, dihadiri oleh para tamu undangan dan para pelaku industri perfilman Indonesia. Banyak dari penonton merasa terhibur dengan horor yang ada di film tersebut dan relate dengan cerita intrik keluarga. Gala Premiere Malam 3 Yasinan turut didukung oleh Patriosa Boga Group dengan sajian dari @kambingguling.ku, @teppanku, @bulgoku, dan @eskrimku_id untuk para tamu undangan.

Tonton film horor Malam 3 Yasinan mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan terbaru film horor Malam 3 Yasinan melalui akun media sosial resmi Helroad Films dan Alkimia Production.

Senin, 22 Desember 2025

Jerome Kurnia, Nadya Arina & Aghniny Haque Tampil Emosional Official Trailer Film Penerbangan Terakhir Rilis!Membawa Skandal Cinta yang Penuh Plot Twist dari Pilot dan Pramugari

Film Penerbangan Terakhir tayang mulai 15 Januari 2026 di bioskop


Jakarta, 22 Desember 2025 Jerome Kurnia berada di antara dua persimpangan jalan. Memilih Nadya Arina, atau Aghniny Haque! Ketiganya akan terlibat dalam sebuah skandal terpanas tahun 2026 lewat film Penerbangan Terakhir persembahan VMS Studio.

Melalui official trailer yang dirilis, film Penerbangan Terakhir menampilkan kegilaan dan skandal panas dari dunia penerbangan yang melibatkan pilot dan pramugari.

Pada official trailer Penerbangan Terakhir, menampilkan perjalanan Jerome Kurnia sebagai Kapten Deva, yang tengah mendekati pramugarinya, Tiara (Nadya Arina). Awalnya, mulut manis dan kharisma Kapten Deva seperti sebuah kesempurnaan yang nyata. Tapi, semakin dalam Tiara dekat dengan Kapten Deva, ada banyak tipu daya dan manipulasi yang sulit dibedakan mana yang tulus dan tak sungguh-sungguh.

Belum lagi, kemunculan Nadia, pramugari senior yang ternyata memiliki hubungan yang lebih dulu dengan Kapten Deva. Kemunculannya pun membuat cerita cinta manis Kapten Deva dan Tiara buyar. Trailer juga mengungkap segila apa cerita yang sebenarnya dari kisah yang sering kita dengar dari balik dunia penerbangan.

Diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu T.M., film ini disutradarai oleh Benni Setiawan. Selain Jerome, Nadya, dan Aghniny, film ini turut dibintangi oleh Nasya Marcella dan Vintha Devina Bertha.

"Penerbangan Terakhir menjadi film pertama VMS Studio yang akan tayang di bioskop pada tahun 2026. Kami selalu menghadirkan cerita-cerita yang beragam, dan yang terbaru adalah Penerbangan Terakhir. Kisah ini terinspirasi dari kejadian yang ada di sekitar masyarakat, lalu sempat jadi perbincangan yang ramai lagi belakangan ternyata. Untuk itu kami mempertimbangkan merilis film ini di awal tahun, untuk memberikan sesuatu ke penonton tentang cerita yang sering kita dengar tapi tidak pernah dilihat oleh masyarakat," kata produser Tony Ramesh.

Untuk memerankan pilot, Jerome mengungkapkan ia lebih dulu mengikuti workshop dengan pilot aktif. Selain dikenalkan dengan beberapa fitur yang ada di kokpit pesawat, Jerome juga mempelajari sikap dan cara pilot dalam berperilaku baik di dalam pesawat maupun di bandara.

Bagi Jerome, salah satu yang menarik adalah di film ini tidak ada karakter yang benar-benar antagonis. Menurutnya, setiap karakter memiliki sudut pandang masing-masing yang akan membuat penonton pun merasa lebih dekat dengan dinamika permasalahan romansanya.


"Antara Kapten Deva, Tiara, dan Nadia, itu berada dalam sebuah situasi yang rumit. Ketiganya tidak benar-benar diposisikan sebagai siapa yang paling baik atau yang paling jahat. Mereka bertiga punya sudut pandang masing-masing yang akan membuat penonton berefleksi, masing-masing punya sisi negatif dan positifnya. Sangat human dramanya," ujar Jerome Kurnia.

Bagi Jerome dan Nadya, yang juga menjadi pasangan di kehidupan nyata, dan dipasangkan di film ini, keduanya memiliki tantangannya tersendiri. Sebab, di film ini Kapten Deva dan Tiara adalah pasangan yang baru memulai perjalanan cinta mereka.

"Aku memerankan Tiara, yang sebenarnya adalah pramugari baru. Jadi dunia penerbangan itu baru baginya. Begitu pula dengan kisah percintaan, Tiara cukup baru. Ketika bertemu dengan Kapten Deva, Tiara akan menemukan masalah-masalah yang nantinya akan menjadi besar dan mengubah kehidupannya," kata Nadya Arina.

Aghniny Haque, yang belakangan dikenal dengan peran serta karakter di film-film bergenre aksi, merasa sangat senang ia bisa kembali bermain di film drama. Terlebih, menurutnya, Penerbangan Terakhir menawarkan perjalanan emosi yang sangat intens dan menuntut karakternya untuk bisa menampilkan sisi yang bisa menjadi kontroversi bagi penonton.

"Karakter Nadia itu bisa sangat membuat penonton antara membenci atau menaruh empati dengannya. Karena ada sisi obsesif dan kegilaan di dirinya. Proses pendalaman karakternya sangat intens. Nadia dan aku sangat bertolak belakang, dan aku bersyukur berada di film ini yang memberikan aku ruang untuk bereksplorasi di ruang drama dengan emosi yang sangat dalam," kata Aghniny Haque.

Tonton film Penerbangan Terakhir mulai 15 Januari 2026 di bioskop Indonesia! Ikuti informasi terbaru tentang film Penerbangan Terakhir persembahan VMS Studio melalui akun media sosial resmi.

Minggu, 21 Desember 2025

DIKEJAR HANTU NENEKNYA, ANGGA YUNANDA JADI SAUDARA KEMBAR DODIT MULYANTO DI TRAILER SEBELUM DIJEMPUT NENEK, FILM HOROR-KOMEDI DARI RAPI FILMS YANG SIAP BIKIN NGAKAK AWAL TAHUN 2026


Jakarta, 19 Desember 2025 Rapi Films resmi merilis official trailer dan official poster film horor-komedi terbarunya yang berjudul Sebelum Dijemput Nenek, yang akan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2025. Film ini disutradarai oleh Fajar Martha Santosa dan diproduseri oleh Sunil Samtani, serta dibintangi oleh Angga Yunanda, Dodit Mulyanto, Oki Rengga, Wavi Zihan, dan Nopek Novian.

Sebelum Dijemput Nenek mengisahkan Hestu (Angga Yunanda) dan Akbar (Dodit Mulyanto), saudara kembar dengan pilihan hidup yang bertolak belakang. Hestu memilih merantau ke kota dan memutus hubungan dengan keluarganya, sementara Akbar tinggal di desa merawat Nenek yang membesarkan mereka sejak kecil. Hubungan Hestu dengan keluarganya retak hingga Hestu bersumpah hanya akan pulang jika Nenek meninggal. Ucapannya menjadi kenyataan. Nenek wafat tepat pada hari keramat, Sabtu Wage bulan 6 tanggal 6, jam 6. Konon, siapa pun yang meninggal di hari itu akan gentayangan sampai ada yang menemaninya ke alam baka. Sejak saat itu, arwah Nenek memburu Hestu dan Akbar untuk ikut bersamanya. Keduanya hanya memiliki waktu 7 hari untuk mencari "pengganti" sebelum arwah Nenek menjemput mereka.

Official trailer yang dirilis hari ini menampilkan potongan teror arwah Nenek yang terus menghantui, dibalut dengan kekacauan di desa saat Hestu dan Akbar berpacu dengan waktu. Ketegangan horor hadir berdampingan dengan humor yang lahir dari perbedaan karakter dua saudara kembar, kehadiran kembang desa bernama Nisa yang diperankan oleh Wavi Zihan, Preman bernama Kotrek yang diperankan oleh Oki Rengga, dan Dukun Viral bernama Ki Mangun, yang diperankan oleh Nopek Novian.

Sutradara Fajar Martha Santosa memandang para karakter dalam film ini sebagai tokoh-tokoh yang dekat dengan keseharian penonton. "Hestu, Akbar, Nisa, dan Kotrek hadir yang dekat dengan keseharian kita, sebagai pengingat bahwa seseram dan sesulit apapun hidup yang sedang kita jalani, selalu ada celah untuk tertawa dan merasa bahagia. Penonton akan diajak tertawa, lalu tegang, lalu tertawa lagi. Intinya, film ini mengajak kita bersama-sama menertawakan teror", ungkap Fajar.

Kehadiran Angga Yunanda dan Adit Mulyanto sebagai saudara kembar dalam Sebelum Dijemput Nenek menjadi salah satu daya tarik utama film ini. Untuk pertama kalinya, Angga menjajal genre horor-komedi, sekaligus dipasangkan sebagai saudara kembar dengan Dodit Mulyanto, komedian yang dikenal dengan gaya humor spontan dan karakter yang membumi. Pertemuan dua latar belakang akting yang berbeda ini melahirkan dinamika unik di layar, Hestu yang dingin, menyimpan amarah, berhadapan dengan Akbar yang lugu, polos, dan sangat dekat dengan Nenek.


Dalam press conference yang digelar hari ini, kedua pemeran utama ini saling melempar canda ketika ditanya alasan bermain dalam film ini. Alasan Angga, "waktu ditawari peran ini, aku nggak pikir panjang, langsung aku terima karena aku mau membuktikan kalau sebagai aktor aku gak cuma modal tampang tapi aku juga lucu dan humoris", ungkap Angga sambil tertawa. Sementara itu Dodit punya pendapat yang sebaliknya, "Aku mau bermain dalam film ini karena aku mau membuktikan kalau aku gak cuma lucu dan humoris, tapi ya aku juga seganteng Angga Yunanda, makanya aku mau jadi kembarannya", ungkap Dodit sambil tertawa meledek Angga.

Film ini diproduksi oleh Rapi Films yang telah lama dikenal sebagai pionir film bergenre horor-komedi di Indonesia, jauh sebelum genre ini marak di industri film Indonesia, melalui judul-judul seperti Hangout yang berhasil meraih lebih dari 2,7 juta penonton dan Reuni Z. Rapi Films konsisten mengeksplorasi horor yang berakar pada budaya dan keseharian masyarakat Indonesia, lalu membungkusnya dengan humor yang segar dan relevan. Sebelum Dijemput Nenek melanjutkan tradisi tersebut dengan pendekatan yang lebih personal dan emosional, menggabungkan mitos kematian, konflik keluarga, serta komedi karakter dalam satu pengalaman menonton yang utuh.

Menurut Sunil Samtani selaku produser, "Rapi Films selalu berupaya menghadirkan hiburan dan pengalaman sinematik yang menyenangkan bagi penonton. Melalui Sebelum Dijemput Nenek, kami kembali mengusung genre horor-komedi bersama Fajar Martha Santosa sebagai debut penyutradaraannya. Hal ini sekaligus melanjutkan komitmen Rapi Films untuk memberi ruang bagi talenta-talenta baru, seperti yang sebelumnya kami lakukan dengan Sidharta Tata melalui film layar lebar pertamanya, Waktu Maghrib. Film Sebelum Dijemput Nenek menghadirkan kejutan khas Rapi Films dengan kemunculan berbagai karakter hantu dari semesta film-film kami. Kami berharap Sebelum Dijemput Nenek menjadi tontonan yang seru dan menghibur saat tayang di bioskop," ujar Sunil Samtani.

Jangan lewatkan Sebelum Dijemput Nenek di bioskop mulai 22 Januari 2025. Ikuti terus informasi terbaru melalui kanal media sosial Rapi Films atau hubungi tim publisis Sebelum dijemput Nenek

Sabtu, 20 Desember 2025

Menertawakan Luka, Merayakan Keluarga: Film Suka Duka Tawa Siap Menghangatkan Bioskop di Tahun 2026

Film Suka Duka Tawa tayang mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia

Jakarta, 19 Desember 2025- BION Studios dan Spasi Moving Image membuka tahun baru 2026 di layar bioskop Indonesia dengan kisah drama komedi keluarga yang hangat lewat film debut sutradara Aco Tenriyagelli, Suka Duka Tawa. Saat press screening Suka Duka Tawa, para penonton pun menyambut film ini dengan respons yang begitu hangat dan antusias.

Lebih dari sekadar film pembuka tahun, Suka Duka Tawa bisa menjadi ruang refleksi yang mengajak penonton menertawakan luka-luka yang belum selesai sebelum melangkah ke tahun yang baru.

Sebagai film panjang perdananya, Aco Tenriyagelli menghadirkan pendekatan yang sangat personal lewat gagasan "menertawakan luka dengan tawa". Selain Aco, film ini juga melibatkan Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo, dengan Ajeng Parameswari sebagai produser eksekutif.

"Rekam jejak Aco lewat film pendek, video musik, hingga serial menunjukkan karakter karyanya yang kuat dan berbeda. Film ini menunjukkan kepekaannya dalam bercerita memberi ruang bagi penonton untuk tertawa, terharu, dan merefleksikan luka masing-masing," ujar produser Tersi Eva Ranti.

Kedekatan Aco Tenriyagelli dengan musik kembali tercermin lewat soundtrack yang bukan hanya mengiringi, melainkan menghadirkan pengalaman emosional yang kuat. Salah satunya adalah hadirnya kembali karya The Adams di layar lebar, bersama deretan soundtrack lain yang turut membangun suasana reflektif dan nostalgia sepanjang film.


"Lewat film panjang pertama ini, saya ingin bercerita tentang bagaimana luka bisa diolah lewat komedi," ujar sutradara Aco Tenriyagelli. "Dunia stand-up comedy terasa representatif. Menurut saya, Tawa mewakili banyak anak yang tumbuh dengan kehilangan sosok ayah. Harapannya, film ini bisa menghadirkan momen yang personal dan membuat penonton tertawa dan terharu di saat yang bersamaan."

Sejak pemutaran perdananya, Suka Duka Tawa mendapat respons positif dari Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF), termasuk antusiasme tinggi pada sesi mendadak screening di Depok, yang menunjukkan kedekatan emosional film ini dengan penontonnya.

Banyak penonton merasa dekat dengan perjalanan Tawa (Rachel Amanda), yang harus menghadapi luka masa kecilnya saat beranjak dewasa. Film ini mengajak

penonton merefleksikan arti memaafkan dan bertumbuh bersama luka yang pernah dialami.

Chemistry antar pemeran terasa mengalir, terutama antara Tawa dan geng stand-up-nya, Bintang Emon (Iyas), Enzy Storia (Adin), Arif Brata (Nasi), dan Gilang Bhaskara (Fachri) yang menghidupkan nuansa komedi film ini. Kehadiran Abdel Achrian, Nazira C. Noer, dan Mang Saswi turut menambah warna komedi dengan pendekatan yang berbeda.

Sementara itu, interaksi Tawa dengan Ibu Cantik (Marissa Anita) dan Keset (Teuku Rifnu Wikana) menghadirkan drama keluarga yang membumi tentang relasi orang tua dan anak yang dipenuhi kesalahpahaman, rasa bersalah, dan kasih sayang yang sulit terucap.


"Di film ini, aku bisa berempati dengan apa yang dialami Tawa, tapi juga mencoba memahami posisi ayahnya, Keset," kata Rachel Amanda. "Semua karakter membawa emosi yang sangat manusiawi; dari marah, kecewa, dendam, sampai ke titik mencoba membuka pintu maaf. Aku berharap penonton tidak hanya terhibur, tapi juga keluar bioskop dengan perasaan yang berbeda setelah menonton."

"Saya sudah lama berkolaborasi dengan Aco, dan sangat senang bisa kembali bekerja sama di film panjang pertamanya dengan dukungan BION Studios," ujar produser Ajish Dibyo. "Ini menjadi milestone penting, bukan hanya bagi Aco, tapi juga bagi saya, karena sejak awal berproses bersama kami memang memimpik panjang ini. Lewat Suka Duka Tawa, Aco menunjukkan pendewas 2/3 sebagai pembuat film." filr

Tonton film Suka Duka Tawa di bioskop mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia. Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image melalui akun-akun media sosial resmi.

Jumat, 19 Desember 2025

Film Patah Hati yang Kupilih Kisahkan Cinta Beda Agama dan Terhalang Restu Orangtua: Prilly Latuconsina Memilih Antara Bryan Domani dan Indian Akbar Sebagai Pasangan

Tayang mulai 24 Desember 2025 di bioskop Indonesia


Jakarta, 18 Desember 2025 Sinemaku Pictures menutup tahun 2025 di bioskop dengan film drama terbarunya, Patah Hati yang Kupilih yang dibintangi Prilly Latuconsina, Bryan Domani, dan Indian Akbar. Film yang disutradarai Danial Rifki ini membawa kisah cinta dewasa yang membahas berbagai perbedaan mulai dari agama hingga cinta yang terhalang restu orangtua.

Diproduseri oleh Umay Shahab, Prilly Latuconsina, dan Bryan Domani, dengan produser eksekutif Yahni Damayanti, film Patah Hati yang Kupilih membawa tema romansa yang lebih dewasa, dan menjadi karya yang berbeda dari judul-judul yang pernah dirilis.

Film Patah Hati yang Kupilih mengikuti kisah Ben (Bryan Domani) dan Alya (Prilly Latuconsina), sepasang mantan kekasih yang pernah menjalani hubungan beda agama dan melakukan kesalahan besar, hingga hadir seorang anak di hubungan mereka. Di saat mereka tak bisa melanjutkan hubungan cinta karena terhalang perbedaan agama dan restu orangtua, di sisi lain mereka tetap harus hadir sebagai orangtua dari anak mereka, dan berusaha melawan rasa cinta yang terus hadir di antara keduanya.

Danial Rifki memotret kompleksitas cinta dewasa dengan begitu lembut. Menjadikan kisah Ben dan Alya yang diperankan Bryan Domani dan Prilly Latuconsina sebagai refleksi pada kisah-kisah cinta yang menghadapi berbagai perbedaan dan tantangan.

Film ini juga menghadirkan lapisan-lapisan konflik yang tak hanya membahas kisah cinta beda agama, tetapi juga tentang bagaimana proses pendewasaan manusia dalam melewati berbagai fase kehidupan mulai dari patah hati hingga konflik dalam hidup.


"Saat berkolaborasi dan memilih Danial Rifki untuk menggarap film ini, kami merasa dia sebagai sutradara yang tepat untuk mengarahkan kisah cinta romansa dari sudut pandang yang lebih dewasa. Hal ini menjadikan Sinemaku Pictures memiliki warna yang berbeda dari karya kami sebelumnya dan baru. Film Patah Hati yang Kupilih ingin mengajak penonton Indonesia untuk berdiskusi tentang kisah-kisah yang kerap kita jumpai dalam keseharian, tentang perbedaan yang lebih universal," ujar produser Umay Shahab.

Sutradara Danial Rifki mengungkapkan, ketika ditawari untuk menggarap film Patah Hati yang Kupilih sempat merasa ragu apakah dirinya bisa mengarahkan dengan tepat. Sebab, menurut Danial, selama ini Sinemaku Pictures memiliki signature tentang kisah-kisah dari karakter Gen Z.

Namun, ketika dijelaskan bahwa kisah cinta yang dibawa di film ini merupakan karakter yang lebih dewasa, ia pun yakin dan tertantang untuk menggarap tema tentang perbedaan yang bukan hanya sekadar menyoroti kisah cinta beda agama.


"Tanpa disadari, ketika mengangkat isu perbedaan, itu juga berefleksi pada hal yang lebih luas. Bagi saya, topik perbedaan adalah isu yang sangat membumi untuk masyarakat Indonesia. Di film ini, bukan hanya soal cinta beda agama, tetapi juga bagaimana kita bisa melihat para karakternya dalam menyikapi perbedaan itu. Semoga bisa menjadi refleksi bagi penonton, dan bisa merasakan perasaan dari para karakternya untuk bisa didiskusikan bersama-sama," kata sutradara Danial Rifki.

Di film ini, juga menjadi peran baru bagi Prilly Latuconsina. Memerankan Alya, Prilly menjadi ibu tunggal. Selain itu, ia juga berhadapan dengan konflik romansa yang lebih dewasa dari peran-peran sebelumnya.


"Memerankan Alya sebagai Ibu tunggal adalah sesuatu yang baru bagiku. Di film ini, kehadiran anak dalam kehidupan Alya sebenarnya adalah yang tidak direncanakan. Sehingga dalam menjalankan peran sebagai Ibu, Alya banyak tidak tahunya. Ditambah lagi, tidak ada partner yang bisa diajak berdiskusi dalam membesarkan sang anak. Pada akhirnya, Alya juga berada di bawah bayang-bayang Ibunya dalam segala keputusan hidup," kata produser dan pemeran Prilly Latuconsina.

Bagi Bryan Domani, memerankan karakter Ben juga menjadi hal baru baginya. Di film ini, ia menemukan dimensi berbeda dari sebuah hubungan romansa.


"Akhirnya aku mendapatkan peran yang berada dalam sebuah hubungan cinta dewasa di film ini. Bagiku, di film ini, ini adalah cinta yang jujur dan tidak egois. Di film ini, penonton akan melihat perjalanan kedewasaan dari sebuah hubungan cinta," ujar produser dan pemeran Bryan Domani.

Sementara itu, Marissa Anita yang memerankan Ibu Rahma, Ibu dari Alya, mengungkapkan tentang karakternya sebagai Ibu tunggal yang ditinggal pergi sang suami. Menurutnya, patah hati terbesar yang dialami di film ini adalah ketika ia harus membesarkan sang anak dan cucunya sendiri tanpa kehadiran suaminya.

Hal itu pula yang membuat karakternya sangat protektif terhadap Alya dan berujung ikut campur dalam urusan cinta sang anak.

"Cinta yang tidak direstui itu tentu hal yang berat dari sudut pandang anak. Secara alamiah, anak ingin membuat bahagia orangtuanya. Pada akhirnya ia mengesampingkan kebahagiaan diri. Saya berharap orangtua bisa memiliki kebijaksanaan untuk membiarkan anaknya bahagia dalam hal apapun, menjalani hidupnya dan mencari kebahagiaannya sendiri," ujar Marissa Anita.

Tonton film Patah Hati yang Kupilih mulai 24 Desember 2025 di bioskop Indonesia. Ikuti terus perkembangan informasi terbaru film persembahan Sinemaku Pictures Patah Hati yang Kupilih melalui akun Instagram resmi @sinemaku_pictures dan @patahhatiyangkupilih.

Selasa, 16 Desember 2025

Film Esok Tanpa Ibu Merilis Official Trailer & Poster Haru nan Hangat, Menggambarkan Kerinduan Ayah dan Anak pada Sosok Ibu di Keluarga Saat Dian Sastrowardoyo Berubah Wujud Menjadi Kecerdasan Buatan

Film Esok Tanpa Ibu tayang mulai 22 Januari 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 15 Desember 2025 - Setelah sukses menggelar penayangan perdana di Indonesia di JAFF20, film produksi BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, dan didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA), Esok Tanpa Ibu (Mothernet) merilis official trailer & poster yang mengharukan dan hangat.

Menggambarkan dinamika hubungan keluarga kecil Cimot atau Rama bersama kedua orangtuanya, official trailer Esok Tanpa Ibu (Mothernet) menampilkan kedekatan anak remaja bernama Cimot (Ali Fikry) dengan Ibunya (Dian Sastrowardoyo). Semua kegelisahan dan keceriaan, selalu Cimot bagikan ke sang Ibu. Sementara, Cimot lebih memilih rapat-rapat menyimpan rahasia hidupnya dengan sang Bapak (Ringgo Agus Rahman).

Namun, kejadian tragis membuat hari-hari bahagia Cimot berubah. Ibunya mengalami koma. Ia pun kehilangan kasih sayang yang selalu merangkulnya. Sementara hubungannya yang canggung dengan sang Bapak, justru semakin merenggang dan menimbulkan konflik relasi anak-orangtua.

Lagu Jernih dari Kunto Aji dan Raih Tanahmu dari hara & Nosstres yang ada di official trailer Esok Tanpa Ibu (Mothernet) juga mampu memberikan dimensi emosi yang semakin menyentuh. Momen dramatis terjadi saat Ibu yang tengah koma, kini kembali bisa berinteraksi dengan Cimot dan Bapak, namun dalam wujud kecerdasan buatan (AI). Mampukah wujud baru itu menggantikan kasih Ibu selamanya?


Di official poster, dengan indah ditampilkan Dian Sastrowardoyo, Ali Fikry, dan Ringgo Agus Rahman berbaring dalam sebuah taman bunga putih, dengan bingkai serupa layar gawai yang menjadi representasi film ini, antara kasih sayang yang tumbuh secara manusiawi dan imitasi yang mencoba mensubstitusi.

Disutradarai oleh sutradara Malaysia Ho Wi-ding dari naskah yang ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief, film Esok Tanpa Ibu diproduseri oleh Shanty Harmayn dan Dian Sastrowardoyo. Film ini juga menjadi kolaborasi internasional.


Selain Ali Fikry, Dian Sastrowardoyo, dan Ringgo Agus Rahman, film ini juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima Sena.

Produser Shanty Harmayn mengungkapkan film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melewati perjalanan yang cukup panjang. Dimulai dari ide yang dibawa oleh Gina dan Diva, film ini akhirnya siap tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026.


"Film ini dimulai dari ide Gina dan Diva, dan berasal dari sesuatu yang sangat personal bagi mereka. Sejak awal pandemi, kami berdiskusi panjang tentang bagaimana cerita ini bisa berbicara lebih luas. Dari banyak percakapan kami-mulai dari isu keluarga, hingga bagaimana teknologi bisa memengaruhi hubungan manusia. Proses yang dilalui cukup panjang dan terus berevolusi hingga menjadi karya yang bisa dinikmati oleh penonton Indonesia mulai 22 Januari 2026 di bioskop. Semoga ceritanya sampai ke hati penonton," kata produser Shanty Harmayn.


Dian Sastrowardoyo, yang turut menjadi produser dan pemeran Ibu di film ini mengungkapkan ia amat terhormat memerankan karakter yang banyak mewakili sosok Ibu dalam banyak kehidupan orang-orang.

"Ini adalah peran yang mewakili banyak sekali ibu-ibu kita semua, yang ada di kehidupan masing-masing. Ibu selalu memberikan perasaan untuk dimengerti, aman, dan Ibu tidak bisa digantikan oleh Bapak atau bahkan oleh Al sekalipun. Saya merasa sangat terhormat bisa memerankan Ibu di film ini," ujar Dian Sastrowardoyo.


"Di film ini, aku memerankan Cimot, karakter remaja yang sedang berjuang menghadapi kesedihan karena Ibunya mengalami koma. Cimot tidak tahu bagaimana menghadapi kesedihan, jadi dia mulai menggunakan Al yang di film ini ada teknologi buatan temannya bernama i-Bu, itu sebagai coping mechanism si Cimot karena kangen sama Ibunya," tambah Ali Fikry yang memerankan Cimot.


Sementara itu, Ringgo berefleksi pada peristiwa-peristiwa yang dekat dengannya, tentang sebuah kehilangan. Ringgo mengolah emosi kehilangan pasangan hidup di film ini dan harus menemukan solusi kecanggungan komunikasinya dengan anaknya yang masih remaja.

"Ada dua orang yang kehilangan dalam cerita ini. Anak remaja yang kehilangan Ibunya, dan suami yang kehilangan istrinya. Dalam momen kehilangan itu, film ini ingin menghadirkan bagaimana relasi Bapak dan anak remajanya memperbaiki cara berkomunikasi mereka menjadi lebih baik," kata Ringgo.

Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu. Tonton film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) mulai 22 Januari 2025 di bioskop Indonesia.

Minggu, 14 Desember 2025

Film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa Rilis Teaser Trailer 2 Luna Maya dan Reza Rahadian: Akan Jadi Film Epik!

Film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa akan tayang di bioskop Indonesia tahun 2026

Jakarta, 12 Desember 2025 Soraya Intercine Films mempersembahkan official teaser trailer 2 film horor mendatang SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa. Teaser trailer 2 menampilkan dialog yang dibawakan oleh Luna Maya dan Reza Rahadian. Di teaser ini juga ditampilkan Luna Maya dan Reza Rahadian berada dalam posisi karakter yang bertentangan.

Dalam teaser trailer 2 SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa, ada keadaan yang memaksa karakter Suzzanna melakukan perbuatan gelap akibat kondisi ketidakadilan yang ia terima. Nuansa epik film ini semakin terasa dengan visual dan adegan-adegan yang fantastis mulai dari ledakan, melibatkan ratusan extras, hingga mengambil set hutan dan sungai.

"Kaget sekali dengan teaser trailer kedua ini. Ini akan memberikan cinema experience yang bisa lebih naik lagi dari universe Suzzanna sebelumnya. Kinoi (Azhar Kinoi Lubis) memberikan visual yang berbeda, dan semoga saat tahun 2026 film ini rilis, ekspektasinya terpenuhi dan penonton puas," kata Luna Maya.


"Sangat memikat dari teaser trailer kedua. Dari proses syutingnya, saya sudah membayangkan ini akan menjadi sesuatu yang epik! Sudah tidak sabar untuk melihat hasil akhirnya. Ini adalah universe Suzzanna yang lain, dan tidak terbayang dari awal dengan proses make up Luna Maya yang memakan waktu panjang, energinya luar biasa," kata Reza Rahadian.

Di teaser trailer film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa juga turut diumumkan jajaran pemeran yang mendampingi Luna dan Reza. Para pemeran film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa adalah Djenar Maesa Ayu, Clift Sangra, Restu Triandy, Iwa K, Budi Bima, Yatti Surachman, Adi Bing Slamet, Aziz Gagap, dan Ence Bagus.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa disutradarai oleh Azhar Kinoi Lubis, dengan produser Sunil Soraya, dan naskahnya ditulis oleh Jujur Prananto bersama Sunil Soraya dan Ferry Lesmana. Film ini turut menjadi kolaborasi Soraya Intercine Films bersama Legacy Pictures dan Navvaros.

"Ini adalah pertama kalinya saya menggarap horor dengan begitu banyak karakter dan juga action. Tujuannya di film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa adalah bukan hanya storytelling-nya saja yang kuat tapi juga secara visual dan adegan memiliki kekuatan yang besar," kata sutradara Azhar Kinoi Lubis.

Luna Maya menambahkan, latar film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa adalah era 1980-an, dan dari dua film di universe Suzzanna sebelumnya, ini adalah pertama kalinya tak ada wujud Sundel Bolong.


"Menariknya di film ini pertama kalinya universe Suzzanna yang diambil adalah bukan yang menjadi Sundel Bolong. Yang membedakan dari dua film sebelumnya adalah Suzzanna di sini menjadi manusia yang mengalami perjalanan begitu menyakitkan sehingga mengambil keputusan yang mengubah hidupnya," tutup Luna Maya.

Sebelumnya, universe Suzzanna dari Soraya Intercine Films telah meraih kesuksesan. Di antaranya, film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) meraih sukses blockbuster dengan raihan 3 juta lebih penonton. Selanjutnya, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023) juga meraih sukses blockbuster dengan raihan 2 juta lebih penonton.

Film ini dijadwalkan akan segera rilis di jaringan bioskop Indonesia tahun 2026. Ikuti informasi terbaru tentang film SUZZANNA: SANTET Dosa Di Atas Dosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Wulan Guritno, Shaloom Razade, hingga Hamish Daud Bintangi Film Horor Malam 3 Yasinan, Official Trailer & Poster Dirilis! Membawa Horor Misteri Keluarga Konglomerat Pabrik Gula

Film Malam 3 Yasinan tayang mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 11 Desember 2025 Helroad Films dan Alkimia Production mempersembahkan film horor terbaru berjudul Malam 3 Yasinan. Menjelang tayangnya film pada 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia, Malam 3 Yasinan merilis official trailer yang menampilkan horor misteri keluarga konglomerat pemilik pabrik gula.

Official trailer Malam 3 Yasinan menampilkan intrik keluarga besar Opa Hendra (Piet Pagau). Selepas kematian Sara (Shaloom Razade) yang merupakan kembaran Samira-juga diperankan Shaloom, konflik keluarga besar semakin terkuak.


Selama ini, Opa Hendra ingin menjaga stabilitas keluarga besarnya: "Menjunjung tinggi kebaikan dan merahasiakan semua keburukan" adalah yang dipercaya Opa Hendra.

Namun, intrik keluarga besar yang melibatkan pertumpahan darah menguak misteri tentang sesuatu yang sebenarnya terjadi di rumah besar Opa Hendra. Tentang apa yang terjadi pada kematian Sara.

Selain menampilkan visual yang menarik di tengah perkebunan tebu, adegan-adegan di trailer juga menghadirkan teror yang mengintai setiap anggota keluarga. Kini, Sara datang dengan penuh ancaman, bersiap melukai semua yang terlibat dan menutupi kebohongan.


Film Malam 3 Yasinan disutradarai oleh Yannie Sukarya, diproduseri Helfi Kardit, Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, dan Janna Joesoef. Film ini dibintangi oleh Shaloom Razade, Farhan Rasyid, Wulan Guritno, Hamish Daud, Baim Wong, Piet Pagau, Amanda Gratiana Soekasah, Janna Joesoef, Izabel Jahja, Yasmine Aqeela, dan Tien Kadaryono.

Sebelumnya, official poster Malam 3 Yasinan juga sudah dirilis, menampilkan Shaloom Razade yang ditutupi kain renda bermotif bunga. Di poster tersebut, Shaloom menutup matanya, yang juga menandakan ia menampilkan peran sebagai Sara yang tak lagi bernyawa.


"Film Malam 3 Yasinan akan menjadi cerminan tragis tentang bagaimana obsesi pada kesempurnaan justru mengundang kehancuran. Ada dosa keluarga sendiri yang menghantui, dan itu yang akan menjadi sajian misteri dan teror di film ini," ujar produser dan pemeran film Malam 3 Yasinan Wulan Guritno


"Di film ini saya ingin menghadirkan horor yang menguak dosa besar dari sebuah keluarga besar. Dengan teror supranatural yang tetap menjadi kemasan dan gaya utama di film ini, penonton akan menyaksikan kengerian teror dan drama misteri dari dalam rumah Opa Hendra," ujar sutradara film Malam 3 Yasinan Yannie Sukarya.

Film horor Malam 3 Yasinan akan menawarkan horor yang fresh. Alih-alih mengandalkan horor klenik semata, film ini mengeksplorasi misteri rahasia besar dari sebuah keluarga konglomerat. Perpaduan antara horor supranatural dan misteri keluarga di film ini menawarkan tontonan yang menjanjikan hiburan hingga akhir film. Film Malam 3 Yasinan juga bekerja sama dengan UIC College dan Aghi Narottama dalam menggarap OST dengan me-remake lagu Layu Sebelum Berkembang yang sebelumnya populer dibawakan oleh Tetty Kadi (1985).

Shaloom Razade, yang memerankan karakter kembar Sara dan Samira menuturkan memiliki tantangannya tersendiri. Kedua karakter tersebut memiliki latar belakang sifat yang bertolak belakang.


"Sara adalah karakter yang sangat mudah untuk dicintai, dia sangat berbeda dengan Samira. Tapi, Sara mengalami tragedi di hidupnya. Sementara itu, Samira lebih rebel di rumah keluarga besar yang semuanya serba diatur. Di film ini penonton bakal melihat bagaimana aku memerankan dua karakter yang sangat berbeda dan juga dalam wujud yang berbeda," ujar Shaloom Razade.

Film Malam 3 Yasinan menjadi produksi terbaru dari Alkimia Production yang sebelumnya telah memproduksi omnibus Dilema (2012) dan film panjang I Am. Hope (2016). Melalui film terbaru, Alkimia berkomitmen untuk menghadirkan karya yang menghibur bagi penonton Indonesia dan memberikan cerita yang beragam dari berbagai genre.


"Malam 3 Yasinan adalah produksi horor perdana bagi Alkimia Production. Lewat film ini, kami ingin menghadirkan kisah yang dekat ke penonton melalui pesan tentang kebohongan yang disimpan rapat demi martabat, akan mendatangkan akibat buruk, apalagi jika telah mengambil nyawa manusia. Ke depan, kami ingin terus menghadirkan karya-karya inovatif dan mengeksplorasi kekayaan cerita dan ragam genre," ujar produser Amanda Gratiana Soekasah.

Ikuti terus perkembangan terbaru film horor Malam 3 Yasinan melalui akun media sosial resmi Helroad Films dan Alkimia Production. Tonton film horor Malam 3 Yasinan mulai 8 Januari 2026 di bioskop Indonesia.

Menjelang Penayangan Film Horor Komedi Terbarunya 'Ghost in the Cell', Joko Anwar Dianugerahi Gelar Ksatria 'Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres' oleh Pemerintah Prancis


Paris, 11 Desember 2025- Sutradara dan penulis skenario Indonesia dari Ghost in the Cell, Joko Anwar resmi dianugerahi tanda kehormatan Chevalier (Knight) of the Ordre des Arts et des Lettres oleh Pemerintah Prancis, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Gedung Kementerian Kebudayaan Prancis, Paris, pada Kamis malam (11/12).

Penghargaan prestisius ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kontribusi, dan komitmen Joko Anwar dalam dunia sinema, yang dinilai telah memberikan dampak signifikan tidak hanya bagi perfilman Indonesia, tetapi juga bagi lanskap sinema global. Joko Anwar mendapatkan pengakuan artistik dan komersial untuk film-filmnya dalam kurun 20 tahun berkarya, bukan hanya di Indonesia, namun juga berbagai belahan dunia. Baik itu diputar di festival bergengsi maupun box office di sejumlah negara.

Penghargaan tersebut disematkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, yang dalam sambutannya menyoroti pendekatan khas Joko Anwar dalam berkarya. Menteri mengatakan bahwa Joko Anwar telah menunjukkan bagaimana sinema dapat menjadi medium yang sangat aksesibel bagi penonton luas, dengan memanfaatkan genre sebagai pintu masuk, namun tetap membawa muatan sosial dan isu-isu penting di dalam Masyarakat.

"Dedikasi dan komitmennya telah berkontribusi pada kemajuan perfilman Indonesia, sekaligus memperkaya dialog sinema dunia." Ujar Menteri Kebudayaan Rachida Dati.

Dengan penganugerahan Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres ini, Joko Anwar bergabung dengan jajaran seniman dan tokoh budaya dunia yang diakui atas kontribusinya terhadap seni dan kebudayaan internasional.

Ordre des Arts et des Lettres merupakan salah satu penghargaan kebudayaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Prancis kepada individu yang dinilai berjasa besar dalam pengembangan seni dan sastra. Sepanjang sejarahnya, tanda kehormatan ini telah diberikan kepada sejumlah tokoh berpengaruh dunia, termasuk Martin Scorsese, David Lynch, Tim Burton, Pedro Almodóvar, Isabelle Huppert, Meryl Streep, Cate Blanchett, Tilda Swinton, David Bowie, serta Hayao Miyazaki.

Dalam pidato penerimaannya, Joko Anwar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah Prancis serta refleksi atas perjalanan kreatifnya sebagai pembuat film yang tumbuh dan berkarya di Indonesia.

Joko juga menjelaskan pendekatannya dalam berkarya


"Melalui cerita-cerita yang dibungkus dalam horor, thriller, atau komedi, saya berusaha membicarakan hal-hal yang sering kali sulit dibicarakan secara langsung, tentang ketidakadilan, tentang kekuasaan, tentang manusia dan lingkungan tempat ia berpijak." la juga menambahkan bahwa banyak karyanya lahir dari kegelisahan terhadap isu-isu sosial dan ekologis, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa sinema populer agar dapat menjangkau lebih banyak penonton.

Penghargaan ini datang di tengah persiapan Joko Anwar merilis film terbarunya, Ghost in the Cell, yang dijadwalkan tayang pada tahun 2026. Film ke-12 darinya tersebut merupakan sebuah

horor-komedi yang menggunakan latar penjara sebagai metafora, sekaligus mengangkat isu kerusakan lingkungan, kekuasaan, dan tanggung jawab moral melalui pendekatan genre yang khas.

"Ghost in the Cell adalah bagian dari percakapan yang sama yang selama ini ingin saya bangun lewat film-film saya," lanjut Joko Anwar.

"Menggunakan genre untuk menghibur, tetapi juga untuk mengajak penonton berpikir tentang dunia tempat kita hidup."

Sabtu, 13 Desember 2025

MDTV HADIRKAN SERIAL "PERNIKAHAN DINI GEN Z" & PERLUAS AKSES DIGITAL LEWAT PELUNCURAN APLIKASI MD NOW

Kembalinya Aliando Syarief bersama Richelle Skornicki dalam romansa remaja penuh drama. 

Aplikasi MD NOW: Nikmati tayangan MDTV di mana saja dan kapan saja secara gratis.


Jakarta, 5 Desember 2025 MDTV secara resmi mengumumkan penayangan serial drama terbarunya, "Pernikahan Dini Gen Z". Bersamaan dengan peluncuran serial unggulan ini, MDTV juga memperkenalkan inovasi digital terbarunya, aplikasi MD NOW, yang dirancang untuk memudahkan pemirsa menikmati seluruh program MDTV secara live streaming.

Serial "Pernikahan Dini Gen Z" mengangkat kisah Dini (Richelle Skornicki), seorang siswi berprestasi, dan Rangga (Aliando Syarief), kakak kelas populer yang juga calon atlet basket nasional. Di balik citra sempurna mereka, keduanya menjalin hubungan rahasia yang melampaui batas, hingga Dini harus menghadapi kenyataan pahit: kehamilan di luar nikah. Konflik menajam ketika mereka harus berhadapan dengan ekspektasi orang tua, hancurnya masa depan sekolah, hingga kehadiran Tristan (Samudra Taylor), teman masa kecil yang kembali masuk ke kehidupan Dini.

"Pernikahan Dini Gen Z adalah kisah tentang dua remaja yang harus menghadapi konsekuensi dan perjalanan cinta yang tidak mudah. Proses mereka saat berhadapan dengan tanggung jawab besar, serta pendewasaan diri di situasi yang rumit, akan membawa pemirsa pada perjalanan emosional yang menyentuh hati," ujar Sairaa Punjabi, VP Programming MDTV.

Selain menghadirkan trio pemeran utama, serial ini juga didukung oleh jajaran cost berkualitas, di antaranya Ardina Rasti, Fadli Akhmad, Adi Irwandy, Delia Yasmine, Ivan Ray, Jessica Shaina, Jasmine Meijers, dan masih banyak lagi.

Akses Tanpa Batas dengan MD NOW


Kabar baik bagi para pemirsa, "Pernikahan Dini Gen Z" serta deretan drama berkualitas lainnya kini tidak hanya terbatas pada layar televisi. Aplikasi MD NOW hadir sebagai terobosan digital yang memperluas jangkauan pemirsa.

"Sebagai wujud komitmen terhadap aksesibilitas digital, inovasi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas penuh bagi pemirsa dalam menikmati tayangan unggulan MDTV secara lintas platform, serta membawa konten MD lebih dekat pada pemirsa," tambah Sairaa.


Aplikasi MD NOW kini dapat diunduh melalui perangkat berbasis IOS maupun Android. Dengan aplikasi ini, seluruh tayangan live streaming MDTV, termasuk episode terbaru "Pernikahan Dini Gen Z", dapat dinikmati secara gratis, memberikan pengalaman menonton yang praktis dan fleksibel kapan pun kita inginkan.


Film Yohanna Bawa Pesan Universal yang Menyentuh Hati dan Dekat dengan Kehidupan, Tayang 9 April 2026 Di Bioskop

Jakarta, 3 April 2026 — Film Yohanna, karya sutradara Razka Robby Ertanto, produksi Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film ...