Jumat, 28 November 2025

FILM "AIR MATA MUALAF" SEDANG TAYANG DI SELURUH BIOSKOP INDONESIA

PERJALANAN PENCARIAN DIRI, KETEGANGAN KELUARGA, DAN HIDAYAH YANG DATANG TANPA DIDUGA


Jakarta, 27 November 2025 Film Air Mata Mualaf resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, 27 November 2025. Perilisan ini menjadi titik puncak dari perjalanan panjang film yang sejak awal menarik perhatian publik, mulai dari rilis trailer pertama, trailer kedua yang menampilkan konflik yang lebih intens, kolaborasi lintas negara Indonesia Malaysia Australia, hingga konferensi pers dan press screening pada 19 November 2025 yang menyatukan ratusan rekan media dari berbagai daerah.

Sejak rilis dua trailer sebelumnya, publik diperlihatkan lapisan-lapisan cerita yang membangun film ini: pencarian jati diri Anggie di tengah kehancuran personal, tarik menarik antara cinta keluarga dan pilihan hidup, serta perenungan besar tentang hidayah. Trailer kedua memperlihatkan sisi emosional yang lebih tajam, ketika keluarga Anggie bereaksi atas pilihan yang tidak pernah mereka bayangkan. Di titik ini muncul pertanyaan yang dekat dengan pengalaman banyak orang: apakah ini hidayah yang datang dari Tuhan, atau pelarian dari hati yang sedang terluka?

Dalam konferensi pers 19 November, para kreator membedah kedalaman tema yang mereka angkat. Sutradara Indra Gunawan memaparkan bahwa film ini tidak dibuat untuk menentukan benar atau salah, tetapi untuk memotret manusia saat berada di persimpangan hidup dengan ketakutan, cinta, dan keberaniannya. Baginya, setiap orang pernah berada pada momen ketika harus memilih jalannya sendiri, dan proses menuju pilihan itu sering kali lebih penting daripada jawabannya.

Produser Dewi Amanda menjelaskan bahwa keputusan mengangkat tema sensitif justru berangkat dari kedekatannya dengan realitas sehari hari. la mencatat bagaimana banyak keluarga melihat perbedaan sebagai ancaman, padahal justru di sanalah ruang belajar tumbuh. Menurutnya, hidayah atau jalan pilihan tidak datang dari paksaan manusia, tetapi merupakan ketentuan Tuhan yang seharusnya dilihat dengan hati yang lebih lembut.


Di sisi karakter, Acha Septriasa bercerita bahwa perjalanan Anggie membuatnya memahami keteguhan hati seorang perempuan yang memilih tanpa membenci dan melangkah tanpa marah. Ia melihat karakter ini sebagai sosok yang tetap mencintai keluarganya meski harus berjalan di arah yang berbeda, sebuah refleksi akan keberanian seseorang untuk jujur pada dirinya sendiri tanpa memutus hubungan dengan orang orang yang ia sayangi.


Achmad Megantara, yang berperan sebagai seorang ustad, menggarisbawahi bahwa perjalanan spiritual manusia tidak pernah satu bentuk. la menyampaikan bahwa banyak orang datang kepada keyakinan bukan karena amarah, tetapi karena panggilan yang tidak bisa dijelaskan. Dari perspektif tersebut, ia melihat film ini sebagai ruang dialog antara iman dan kemanusiaan yang harus terus dijaga.


Sementara itu, Rizky Hanggono mengungkap bahwa beberapa adegan dalam film menggugah ingatan pribadinya tentang hubungan dengan adik perempuannya la menegaskan bahwa konflik keluarga sering lahir bukan dari kebencian, tetapi dari rasa takut kehilangan, dan film ini mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mengarahkan hidupnya. Narasi narasi yang muncul dalam press screening memperkuat respons media bahwa film ini tidak menempatkan agama sebagai sumber konflik utama, melainkan dinamika hati yang terpecah antara menjaga keluarga dan menjaga kejujuran pada diri sendiri.

Air Mata Mualaf juga menjadi bukti kolaborasi lintas negara yang kuat antara Indonesia, Malaysia, dan Australia. Kehadiran aktor internasional seperti Syamim Freida, Hazman Al Idrus, dan Matthew Williams memperkaya perspektif film sekaligus menegaskan bahwa cerita tentang keluarga, pencarian diri, dan hidayah adalah bahasa yang universal.

Film ini tidak menawarkan satu jawaban pasti. Sebaliknya, ia membuka ruang refleksi bagi penonton untuk melihat konflik antara cinta dan pilihan sebagai bagian alami dari perjalanan hidup manusia. Seperti yang disampaikan Indra Gunawan dalam konferensi pers, hidup tidak pernah menutup cerita dengan satu jawaban. Yang ada hanyalah perjalanan, pertumbuhan, dan keberanian seseorang untuk mengakui dalam hatinya bahwa inilah jalan pilihanku.

Air Mata Mualaf tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, disusul Asia Tenggara dan Timur Tengah pada awal Desember.

Tiket Nonton Duluan di JAFF Habis, Film Suka Duka Tawa Rilis Official Trailer & Poster: Menampilkan Rachel Amanda yang Berjalan Bersama Luka dari Masa Lalunya dengan Tawa

Film Suka Duka Tawa tayang perdana di JAFF 20, 
tiket penjualan habis dalam satu hari



Jakarta, 25 November 2025 Menyusul penjualan tiket nonton duluan yang sold out dalam satu hari untuk penayangan penutup di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20, BION Studios dan Spasi Moving Image hari ini merilis official trailer dan poster Suka Duka Tawa, debut film panjang sutradara Aco Tenriyagelli. Ini membuktikan film Suka Duka Tawa begitu diantisipasi oleh penonton, dengan antusiasme tinggi menyambut karya debut Aco bersama BION Studios dan Spasi Moving Image, lewat genre drama komedi keluarga.

sumber instagram film suka duka tawa

Poster resmi menampilkan jajaran pemain dengan tawa lebar kontras dengan trailer yang justru menggali sisi rapuh seorang komika perempuan yang selama ini menggunakan tawa sebagai tameng hidup.

Kisah Komika Perempuan yang Mengolah Luka Menjadi Tawa

sumber instagram film suka duka tawa


Trailer memperkenalkan Tawa (Rachel Amanda), komika perempuan yang sedang merintis karier berbekal olahan pengalaman pribadi termasuk ditinggal ayahnya sejak kecil sebagai materi lawakan.

Hidup Tawa berubah ketika Keset (Teuku Rifnu Wikana), ayah yang hilang selama 20 tahun, tiba-tiba muncul kembali. Kembalinya Keset bukan hanya mengguncang hubungan Tawa dengan ibunya (Marissa Anita), tapi juga seluruh fondasi hidup yang selama ini ia anggap stabil.

Dari panggung stand-up hingga ruang keluarga, trailer menyorot bagaimana Tawa dipaksa menghadapi pertanyaan paling sulit: bisakah ia memaafkan seseorang yang selama ini membuatnya terluka dan hanya jadi materi lawakan belaka?

Soundtrack "Bunga Maaf" dari band populer The Lantis mengiringi trailer, memberi warna lembut namun getir pada cerita tentang rekonsiliasi dan keberanian menghadapi masa lalu. Trailer juga menampilkan sekilas Pandji Pragiwaksono, salah satu ikon stand-up Indonesia, serta Bintang Emon, Arif Brata, Gilang Bhaskara hingga Enzy Storia, memperkuat dunia komedi yang menjadi latar keseharian Tawa.

Ansambel Lintas Generasi Pelawak dan Aktor

Selain Rachel Amanda, film ini dibintangi Teuku Rifnu Wikana, Marissa Anita, Bintang Emon, Gilang Bhaskara, Arif Brata, Nazira C. Noer, Abdel Achrian, dan Mang Saswi yang menghadirkan pertemuan dua dunia: generasi pelawak televisi dan komika stand-up.

Disutradarai oleh Aco Tenriyagelli yang telah banyak mendapat pengakuan sebagai sutradara film pendek dan video musik, Suka Duka Tawa diproduseri Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo.

Produser Tersi Eva Ranti mengatakan "Aco selalu punya cara bercerita yang unik dan penuh kejutan, yang menembus batas kreativitas yang jarang ditemukan di film Indonesia hari ini. Di film Suka Duka Tawa penonton akan banyak melihat perbenturan dari kontras yang ada. Mulai dari generasi pelawak televisi dan Stand-Up Comedian, hingga ke pilihan musik dan sisi teknis, film ini menawarkan pengalaman yang emosional tapi juga segar."

Sutradara Aco Tenriyagelli menuturkan, "Film Suka Duka Tawa berbicara banyak tentang luka dan menertawakan luka. Harapannya, ketika nanti penonton menyaksikan film ini dan keluar dari bioskop, penonton bisa menjalani hidup dengan penuh harapan, kemudian berani melihat luka atau duka mereka sebagai sesuatu untuk mereka bawa dan pikul untuk bertumbuh bersama dengan Tawa."

Sementara itu, Amanda yang memerankan Tawa berefleksi pada karakter dan cerita di film Suka Duka Tawa. Bagi Amanda, film ini memiliki kedekatan dengan banyak orang tentang momen untuk memperbaiki hubungan yang renggang dan hampir usang.

Rachel Amanda menambahkan, "Buat aku, ini drama komedi keluarga yang dekat dengan banyak orang. Gak semua cerita kita sama, tapi pasti ada momen ketika kita ingin memperbaiki hubungan yang renggang dan sering kali caranya aneh, lucu, atau malah bikin bingung. Itu yang bikin cerita ini terasa nyata. Seperti rasa bagaimana misalnya kita kesal dengan seseorang tapi dihadapkan sama hidup kita yang juga penuh dengan komedi"

Bintang Emon yang memerankan Iyas, sahabat Tawa, berkata, "Yang paling kena buat gue justru relasi ayah-anaknya. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari karakter Keset. Film ini bikin gue refleksi juga sebagai manusia dan ayah."

Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image yang akan tayang segera di jaringan bioskop seluruh Indonesia pada 8 Januari 2026.

Film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) Rilis Special Teaser Saat Duka Kehilangan Ibu Berhadapan dengan Teknologi Al

Film Esok Tanpa Ibu tayang mulai 22 Januari 2026 di bioskop Indonesia


Jakarta, 26 November 2025 Film terbaru persembahan BASE Entertainment, Beacon Film, dan Refinery Media, Esok Tanpa Ibu (Mothernet) merilis special teaser yang menampilkan karakter utama Rama, diperankan Ali Fikry saat ia menghadapi duka kehilangan sang Ibu (Dian Sastrowardoyo).

sumber instagram esok tanpa ibu 


Special teaser dibuka dengan kisah yang hangat. Ketika keluarga kecil Rama bersama kedua orangtuanya menjalani kehidupan sehari-hari dengan penuh kedekatan. Rama selalu bisa menumpahkan segala kegundahannya pada sang Ibu. Namun, situasi berubah saat Ibunya mengalami koma. Rama pun harus menghadapi dukanya di tengah kecanggungannya dengan sang Ayah (Ringgo Agus Rahman). Rama berpaling ke kecerdasan buatan (AI) ciptaan temannya. Membuat Rama bisa merasakan kembali kasih sayang dan kehangatan Ibunya.

Diproduseri oleh Shanty Harmayn, Dian Sastrowardoyo, film Esok Tanpa Ibu disutradarai oleh sutradara Malaysia Ho Wi-ding. Naskah film ini ditulis oleh Gina S. Noer, Diva Apresya, dan Melarissa Sjarief. Selain Ali Fikry, Ringgo Agus Rahman, dan Dian Sastrowardoyo, film ini juga dibintangi oleh Aisha Nurra Datau dan Bima Sena.

Film ini diproduksi oleh BASE Entertainment, Beacon Film, Refinery Media, dan didukung oleh Singapore Film Commission (SFC) dan Infocomm Media Development Authority (IMDA).

"Film ini bercerita tentang perasaan kesepian dari seorang anak, dan dalam proses itu, ada campur tangan teknologi dari kecerdasan buatan yang membuatnya menjadi lebih kompleks. Kemudian muncul pertanyaan di antara dua generasi antara orangtua dan anak yang memandang teknologi dengan cara yang berbeda," ujar produser dan pemeran Esok Tanpa Ibu Dian Sastrowardoyo.

"Sebagai ibu, saya memiliki muatan emosi sendiri. Film ini seperti surat cinta saya untuk anak-anak saya. Ada banyak hal yang belum sempat saya sampaikan ke anak-anak, yang bisa disampaikan lewat film ini," tambah Dian.

Ali Fikry, yang memerankan Rama menuturkan bermain di film ini memberinya pengalaman baru. Terutama ketika berinteraksi dan beradegan dengan dua pemeran senior berpengalaman Ringgo Agus Rahman dan Dian Sastrowardoyo. Bagi Ali, film ini sangat relevan dengan masa saat ini.

"Ini adalah film yang sangat personal dan relevan untuk masa sekarang. Di film ini, Rama menjadikan Al sebagai coping mechanism dari perasaan kesepiannya, meski Ibunya masih ada tapi sedang mengalami koma. Alih-alih meluangkan waktu dan banyak ngobrol dengan Bapaknya, ia justru berpaling ke AI. Untuk anak yang 'kehilangan' kasih sayang Ibunya, dengan cara apapun akan dilakukan Rama untuk bisa merasakannya lagi," ujar Ali Fikry.

Sebelum tayang secara reguler di jaringan bioskop Indonesia mulai 22 Januari 2026, film Esok Tanpa Ibu juga akan tayang terlebih dahulu di JAFF (Jogja-Netpac Asian Film Festival) 2025. Tahun ini, JAFF memasuki edisi ke-20, salah satu ajang festival film internasional bergengsi di Indonesia.

Pada JAFF 20, Esok Tanpa Ibu akan tayang pada Selasa, 3 Desember 2025 pukul 18:30 WIB di Studio 1 Empire XXI dan Rabu, 4 Desember 2025 pukul 14:30 WIB di Studio 1 Empire XXI, Yogyakarta. Seluruh tiket pun kini telah terjual habis (sold out!) Di JAFF 20, Esok Tanpa Ibu juga akan berkompetisi di program Indonesian Screen Awards bersama ke-12 film Indonesia lainnya.

Sebelumnya, Esok Tanpa Ibu telah melakukan world premiere (penayangan perdana) dan berkompetisi di program Vision Asia Busan International Film Festival (BIFF) 2025.

Ikuti perkembangan terbaru film Esok Tanpa Ibu (Mothernet) melalui akun Instagram @base.id & @filmesoktanpaibu.

Kamis, 27 November 2025

Press Conference Dan Gala Premiere Mertua Ngeri Kali Pecah! Bunda Corla Bikin Penonton Ngakak Sampai Baper,Siap Guncang Bioskop 11 Desember 2025


Jakarta, 27 November 2025 Suasana pada Kamis malam 27 November 2025 mendadak menjadi lautan tawa yang tak terbendung! Rumah produksi Im-a-gin-e sukses besar menggelar Gala Premiere untuk film terbaru mereka, "Mertua Ngeri Kali."

Sorak sorai dan gelak tawa penonton pecah di setiap sudut saat menyaksikan aksi ikonik Bunda Corla yang tampil memukau sebagai Donda, si mertua yang benar-benar "ngeri kali" di layar lebar. Antusiasme malam itu tidak main-main; mulai dari tepuk tangan riuh, tawa histeris, hingga momen-momen haru yang mengejutkan, membuktikan bahwa film ini adalah paket lengkap komedi dan drama yang menyentuh hati.

Kehebohan Bintang Lintas Generasi

Acara golo premiere ini dihadiri lengkap oleh Produser Chetan A. Samtani, Nisha A. Samtani, Sutradara Key Mangunsong, serta seluruh bintang utama film. Kehadiran para cost, termasuk Bunda Corla, Dimas Anggara, Naysilla Mirdad, Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu, menambah semarak malam spesial tersebut. Para pemain lintas generasi ini berbagi cerita seru dan pengalaman tak terlupakan selama proses produksi.


Produser Nisha Samtani berbagi cerita seru dari balik layar, memuji peran Bunda Corla yang tak tergantikan. "Proyek ini adalah salah satu produksi paling seru yang pernah saya kerjakan. Energi para cast luar biasa, dan Bunda Corla membawa nuansa yang sangat menyegarkan ke dalam set. Saya tidak sabar penonton melihat sendiri bagaimana Bunda 'meledak' sebagai Donda. Mulai 11 Desember nanti, siap-siap ketawa sekaligus boper," ungkap Nisha..

Komedi yang Hidup dan Kisah Keluarga yang Relatable

Sutradara Key Mangunsong

Sutradara Key Mangunsong menekankan bahwa meskipun film ini dikemas dengan komedi yang kuat, di baliknya terdapat kisah keluarga yang sangat dekat dengan realitas banyak pasangan muda. "Saya ingin menghadirkan komedi yang hidup, tapi juga cerita yang menyentuh. Banyak pasangan muda menghadapi tuntutan untuk terlihat seperti 'istri sempurna' atau 'suami sempurna. Tekanan dari keluarga, ekspektasi, dan dinamika generasi menjadi hal yang sangat nyata. Itu yang ingin saya tonjolkan di balik kelucuan film ini," jelas Key Mangunsong.

Bunda Corla as Donda

Sementara itu, Bunda Corla dengan gaya khasnya yang spontan dan heboh, menyampaikan kegembiraannya melakukan debut sebagai aktris film Indonesia. Quote ikoniknya langsung mengundang gelak tawa penonton dan awak media. "Aduh ya ampun sayang, Bunda tuh senang sekali ya bisa main film di sini. Seru nian! Bunda bisa marah-marah, bisa cerewet, bisa ngeriii kali tapi tetep cantik ya kan. Main sama keluarga di layar tuh tantangan tapi Bunda enjoy betull Kalian harus nonton yaaa, jangan bikin Bunda malu di depan keluarga besar!" serunya.

Dukungan Mitra untuk Mertua Ngeri Kali

Keseruan gala premiere "Mertua Ngeri Kali" turut dimeriahkan oleh MK Skin yang hadir sebagai official partner, menambah pengalaman spesial bagi seluruh tamu yang hadir. Setelah gelaran yang sukses dan penuh tawa ini, kini publik tinggal menantikan momen menyaksikan Donda dan segala kekacauan keluarga Bataknya secara lengkap di layar lebar.

Melanjutkan keseruan gala premiere, Bunda Corla dan Mertua Ngeri Kali akan menyambut para penonton langsung dalam rangkaian acara roadshow ke Surabaya, Nganjuk, Solo, Yogyakarta, makassar, Lampung dan Jakarta.

Siapkan mental dan siapkan tawamul "Mertua Ngeri Kali" tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025. Jangan sampai ketinggalan kehebohannya di @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_el

Selasa, 25 November 2025

Siap Masuk Dunia Sugar Baby? Vidio Hadirkan Drama-Komedi Paling Hot Tahun Ini!

Davina Karamoy, Shakira Jasmine, Arthada siap temani hari hari kalian!


Jakarta, 25 November 2025 Bayangkan tiga perempuan cantik dalam satu geng sugar baby. Kacau? Seru? Penuh drama? Semuanya ada di Vidio Original Series Sugar Baby, yang menampilkan Adipati Dolken, Davina Karamoy, Winky Wiryawan, Jolene Marie, Shakira Jasmine, Arthada, dan banyak nama lain. Diproduksi oleh Screenplay Films, drama-komedi ini akan mulai tayang Sabtu, 29 November 2025, dalam delapan episode yang siap bikin kamu ketawa, terkaget-koget, sekaligus geregetan.

James (Winky Wiryawan) adalah seorang pengusaha sukses dengan kehidupan rumah tangga yang berantakan, hanya percaya pada sahabat sekaligus asistennya, Darma (Adipati Dolken) Pekerjaan Darma sering bikin istrinya curiga dan hubungan rumah tangganya ikut merenggang, namun ia tetap setia menjaga rahasia James.

Masalah mulai memuncak ketika James memutuskan mengakhiri pernikahannya dan meminta Darma melindungi kekasih rahasianya, tanpa pernah menyebutkan siapa perempuan itu. Instruksi yang setengah matang ini membuat Darma terjebak dalam situasi abu-abu dan kebingungan mencari identitas kekasih James. Dalam upayanya menyelidiki, Darma akhirnya menyamar sebagai sugar daddy dengan menggunakan barang-barang milik James. Tanpa la sadari, keputusan impulsif itu justru menempatkannya semakin dekat

dengan Trio Sugar Baby: Susan (Davina Karamoy), Tiara (Shakira Jasmine), dan Merri (Arthada)

sumber Instagram vidio

Mereka adalah tiga perempuan yang menjalani keseharian penuh gaya: nongkrong bareng geng sosialita, outfit selalu on point, hingga rajin main padel demi menarik perhatian para "daddy". Apa pun ditempuh demi status sosial yang lebih tinggi dan hidup yang lebih glamor

Kedekatan tak sengaja antara Darma dan Trio Sugar Baby ini kemudian bersinggungan. dengan drama internal mereka sendiri. Bukan Sugar Baby kalau belum rebutan "daddy"! Susan dan Tiara yang awalnya sahabatan solid, perlahan mulai saling julid ketika keduanya. tanpa sadar terpikat pada pria yang sama Sementara Merri, si penengah, justru jadi korban pusing melihat drama sahabatnya yang makin panas setiap hari

Pada akhirnya, ketika pertemanan diuji dan perasaan tumbuh di tempat yang tak terduga bagaimana nasib mereka bertiga?

Sebelum menyaksikan Vidio Original Series Sugar Baby yuk simak 3 fakta menarik berikut yang sayang untuk dilewatkan!

1. Ani- Ani No! Sugar Baby Yes!

Trio Sugar Baby berbagi pengalaman mereka selama proses syuting, terutama karena ini menjadi proyek pertama mereka bertiga bersama

Davina mengaku awalnya sempat gugup, terutama saat harus beradu akting dengan Adipati yang terlihat sangat pendiam saat reading, "Awalnya aku deg-degan banget, terutama sama Kak Adipati karena dia keliatan serius dan nggak banyak ngomong. Tapi pas di set malah kebalik, jadi paling sering ngobrol dan ketawa bareng," ungkap Davina.

Sementara dengan Winkų, pengalaman pertamanya langsung cukup menegangkan karena di hari pertama Davina harus syuting adegan yang cukup dewasa. "Untungnya Kak Winky super profesional, sopan banget, selalu izin dulu sebelum adegan, jadi aku merasa aman dan nyaman"

Bagi Arthada, Sugar Baby menjadi debut akting yang terasa tepat karena perannya sangat dekat dengan gaya komedi natural yang ia sukai, "Karakter ini aku banget, komedinya terasa natural, bukan lebay Deg-degan pasti karena ini pertama kalinya akting di depan kamera, tapi karena semua orang supportive, prosesnya jadi ringan dan seru."

Shakira pun mengakui bahwa peran Tiara menempatkannya di level yang berbeda dibanding proyek sebelumnya, "Aku suka challenge dan Sugar Baby itu level baru buat aku. Adegan-adegan dewasa di sini lumayan menantang, termasuk pertama kalinya aku tampil lebih berani di sebuah project."

2. Mengungkap Realita dan Sisi Manusiawi Para Karakter



Di balik tawa dan drama glamor, Sugar Baby juga menyentuh sisi manusiawi para karakternya. Mulai dari alasan mereka mengambil keputusan-keputusan sulit hingga dinamika pertemanan yang kompleks.

Davina melihat karakter Susan sebagai sosok yang punya beban emosional besar.

"Banyak sugar baby di luar sana yang kondisinya mirip Susan, harus menghidupi keluarga karena nggak punya orang tua. Dia sayang sama keluarganya, makanya terpaksa jadi sugar baby. Sebenarnya dia nggak mau, tapi sudah nggak ada pilihan lain."

Shakira pun menemukan sisi manusiawi dalam karakter Tiara, yang meski sering terlihat antagonis, "Yang bikin Tiara terasa dekat dan nyata itu dari cara dia menjaga persahabatan. Dia punya rules sama teman-temannya dan dia nggak akan ngelanggar itu. Dia setia kawan banget, bantuin, nyariin daddy, ikut hunting. Di series mungkin kelihatan 'villain, tapi sebenarnya dia tuh orang baik yang tersakiti"

Bagi Arthada, dinamika pertemanan di Sugar Baby justru paling dekat dengan realita. "Yang paling relate itu soal pertemanan. Kadang kita harus jadi yang paling dewasa di tengah teman-teman yang lagi berantem atau toxic Di series ini Merri ada di posisi itu, padahal dia sendiri belum tentu paling siap."

3. Original Soundtrack "Bad News": Kolaborasi Christie dan Winky Wiryawan.

sumber Instagram Vidio 

Series ini menjadi semakin spesial dengan kehadiran original soundtrack berjudul "Bad News", yang dinyanyikan oleh Christie. Menariknya, lagu ini diproduseri langsung oleh salah satu cast Sugar Baby, yaitu Winky Wiryawan. Nuansa musik elektro yang menjadi ciri khas Winky Wiryawan dipadukan dengan karakter vokal khas Christie, menghasilkan atmosfer musik yang edgy dan modern, sangat pas dengan dunia glamor yang ditampilkan dalam Vidio Original Series Sugar Baby

Christie bercerita mengenai keterlibatannya dalam produksi lagu ini, "Aku cukup terlibat dalam proses produksinya. Selain mengisi vokal, aku juga diskusi dengan produser mengenai dinamika emosi yang ingin disampaikan. Kami lakukan beberapa kali eksplorasi biar mood 'Bad News nyambung dengan cerita di Sugar Baby Menurut Christie, tantangan terbesar dalam pengisian vokal ini adalah menyesuaikan karakter suaranya dengan musik elektronik yang penuh energi

Sementara itu, Winky menjelaskan inspirasi serta filosofi di balik lagu ini, "Insipirasi datang dari ide untuk membuat musik yang relate dengan dunia Sugar Baby. Walaupun judulnya "Bad News', liriknya tentang sesuatu yang salah tetapi sulit untuk ditolak. Itu sangat relevan dengan karakter-karakter Sugar Baby yang sadar ini bukan pilihan ideal, tapi mereka melakukan ini untuk bertahan hidup"

Sudah Siap Dibuat Ketawa, Kaget, dan Gregetan Sama Drama Para Sugar Baby?

Sumber Instagram Vidio


Vidio Original Series Sugar Baby hadir dengan 8 episode penuh plot twist yang makin lama makin bikin penasaran! Semua konflik, rahasia, dan kekacauan yang sudah kamu intip tadi baru permulaannya karena masih banyak kejutan yang menunggu untuk kamu lihat sendiri..

Catat tanggalnya, karena Vidio Original Series Sugar Baby akan tayang perdana Sabtu, 29 November 2025, eksklusif hanya di Vidial

VIDIO ORIGINAL SERIES SUGAR BABY SEGERA TAYANG DI VIDIO!

Jumat, 21 November 2025

Adhya Pictures dan Dapur Film Umumkan dan Rilis Teaser Poster Film Horor-Misteri Terbaru 'Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Karya Hanung Bramantyo


Jakarta, 21 November 2025 Adhya Pictures bersama Dapur Film resmi mengumumkan film terbaru mereka, Bolong: 309 Hori Sebelum Tragedi, dalam konferensi pers yang digelar pada 21 November 2025. Film ini menjadi karya terbaru sutradara Hanung Bramantyo, yang kembali untuk menghadirkan cerita misteri dengan sentuhan sejarah dan unsur mistik khas Indonesia.

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi akan melaksanakan world premiere di ajang International Film Festival Rotterdam pada Februari 2026 nanti, menjadi film kedua karya Hanung Bramantyo yang tayang perdana di festival ini setelah Gowok: Kamasutra Jawa.

Berlatar di Lubang Buaya era 1960-an, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi menghadirkan kisah misteri tentang serangkaian pembunuhan dengan pola yang sama: setiap korban tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, ditemukan dengan sebuah lubang besar pada tubuh mereka, serta tulisan pesan-pesan mengerikan di wajah masing-masing.

Terinspirasi dari beragam teori dan narasi yang beredar seputar Gerakan 30 September, film ini tidak menelusuri ulang sejarah, melainkan membangun kisah baru yang berakar pada cerita rakyat dan imajinasi kolektif yang terbentuk dari peristiwa tersebut.

penulis dan sutradara Hanung Bramantyo 

"Film ini bukan hanya eksplorasi terhadap sejarah kelam Indonesia. Saya ingin menunjukkan bagaimana rumor, cerita gaib, dan cerita rakyat bisa dengan mudah tersebar dan membentuk pola pikir masyarakat," ujar penulis dan sutradara Hanung Bramantyo mengenai visinya terhadap film terbarunya ini.


Misteri dalam film ini akan dibongkar bersama jajaran cast yang impresif, menghadirkan Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, dan Anya Zen.

Carissa Perusset Cast Film Bolong

Carissa Perusset yang memerankan salah satu tokoh sentral mengungkapkan tantangannya dalam berperan dalam film ini. "Karakter yang aku mainkan punya kompleksitas psikologis yang sangat intens. Peran ini bakal bikin penonton terus bertanya sebenarnya apa yang terjadi di balik semua ini," ungkap Carissa.

Setelah penayangan perdananya di International Film Festival Rotterdam, film ini dijadwalkan akan tayang di bioskop Indonesia pada 2026.

Tak hanya mengumumkan film terbaru mereka, Adhya Pictures dan Dapur Film juga menyajikan first look exclusive dalam acara press conference ini. Untuk penonton yang penasaran dengan teror yang ditampilkan dalam first look yang ditampilkan, ikuti media sosial @adhyapictures, @dapurfilm dan @filmbolong untuk informasi terbaru.

Naysilla Mirdad dan Dimas Anggara Menjadi Pasangan Gemas yang Menghadapi Bunda Corla di Film "Mertua Ngeri Kali"


Jakarta, 19 November 2025 Film terbaru dari rumah produksi Im-a-gin-e, Mertua Ngeri Kali, akan hadir di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025. Selain menjadi debut akting yang sangat dinanti dari Bunda Corla, film ini juga mempertemukan Naysilla Mirdad dan Dimas Anggara sebagai pasangan muda yang harus bertahan di tengah "serangan" sang mertua.

Dua aktor ini menjadi jantung emosional cerita, menghadirkan hubungan yang hangat, manis, tapi juga penuh kepasrahan. Mari kenalan lebih dekat dengan pasangan ini.

Andara: Istri Karir yang Selalu Jadi "Korban"

sumber foto Instagram film Mertua Ngeri Kali 

Andara (Naysilla Mirdad) adalah potret perempuan muda masa kini: mandiri, fokus, dan berdedikasi pada pekerjaannya sebagai penulis skenario. Deadline selalu menghantui, tapi ia tetap berusaha menjaga keseimbangan antara karir dan kehidupan rumah tangga.

Sayangnya, posisinya sebagai menantu justru membuatnya kerap menjadi "sasaran tembak" Donda (Bunda Corla). Apa pun yang ia lakukan, selalu ada komentar pedas yang siap dilontarkan sang mertua. Meski begitu, Andara digambarkan sebagai sosok yang lembut dan penyayang, la tetap berusaha hadir untuk suaminya, anaknya, bahkan mertuanya yang keras kepala.

Karakter Andara bukan sekadar lucu untuk ditonton, namun juga begitu relatable bagi banyak perempuan yang pernah merasa tak pernah "benar" di mata mertua, meski sudah melakukan segalanya.

Raja: Suami Penengah yang Selalu Terjepit

sumber foto Instagram film Mertua Ngeri Kali 

Raja (Dimas Anggara) adalah satu-satunya anak dari Donda, dan otomatis jadi kesayangannya. Sejak kepergian sang ayah, la merasa bertanggung jawab menjaga ibunya, sekaligus mendukung Andara yang tengah membangun karier.

Ketika Donda dan Andara bertengkar, Raja selalu berada di tengah-tengah, mencoba menjadi jembatan yang menenangkan. Dalam film ini, Raja adalah cerminan para suami yang sayang ibu, sayang istri, tapi bingung harus berpihak ke siapa.

Bersama Mereka Menghadapi "Mertua Ngeri Kali"

sumber foto Instagram film Mertua Ngeri Kali 

Lewat dinamika Raja dan Andara, film ini mengeksplorasi tantangan pasangan muda: tuntutan karier, tekanan keluarga besar, hingga benturan nilai antar generasi. Meski kerap dihantam drama dan ocehan tanpa henti, Raja dan Andara tetap memilih bertahan bersama, sebuah gambaran manis bahwa rumah tangga tidak selalu mudah, tapi bisa dikuatkan dengan kerja sama dan cinta.

Selain pasangan gemas ini dan Bunda Corla sebagai pusat kekacauan, Mertua Ngeri Kali juga dibintangi oleh Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, Farrell Rafisqy, dan Bonar Manalu.

Saksikan hubungan manis dan penuh kepasrahan Raja dan Andara dalam Mertua Ngeri Kali, tayang di bioskop Indonesia mulai 11 Desember 2025. Ikuti update terbaru di Instagram @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_e.

Pangku Menang Piala Citra Film Cerita Panjang Terbaik Membawa Empat Piala Kemenangan di FFI 2025

Film Pangku sedang tayang di bioskop

Jakarta, 21 November 2025 Film Pangku memenangkan Piala Citra FFI 2025 untuk Film Cerita Panjang Terbaik! Kemenangan ini melengkapi perjalanan Pangku yang pertama kali diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dan meraih 4 Piala.

Di Festival Film Indonesia (FFI) 2025, Pangku juga total membawa pulang 4 Piala Citra. Selain Film Cerita Panjang Terbaik, Pangku juga menang Piala Citra untuk Penulis Skenario Asli Terbaik (Reza Rahadian dan Felix K. Nesi), Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), dan Penata Artistik Terbaik (Eros Eflin).

"Bagi saya, film ini adalah wujud terima kasih saya pada kekuatan perempuan-perempuan hebat di luar sana yang terus berjuang di tengah. keterbatasan yang ada, serta untuk Bayu-Bayu kecil di luar sana," ujar penulis dan sutradara film Pangku Reza Rahadian.

"Terima kasih untuk yang sudah percaya pada film ini sejak awal. Terima kasih untuk manusia hebat yang sejak awal sudah berjalan bersama, saudara saya Reza Rahadian, dan rekan produser saya Gita Fara, serta tentunya para kru dan pemeran film Pangku," tambah produser film Pangku Arya Ibrahim.

"Terima kasih untuk satu sosok inspirasi ketika cerita ini pertama kali dibuat, Ibu Pratiwi Widantini Matulessy. Ini adalah surat cinta untuk semua ibu yang selalu memperjuangkan dalam diam untuk yang terbaik bagi anaknya," kata produser film Pangku Gita Fara.


Kemenangan 4 Piala Citra di FFI 2025 sekaligus memberikan semangat bagi rumah produksi Gambar Gerak, yang didirikan Reza Rahadian bersama Arya Ibrahim. Kemenangan film Pangku sebagai karya perdana akan menjadi motivasi ke depan Gambar Gerak dalam menghasilkan karya yang berkualitas.

Kemenangan Reza Rahadian di kategori penulisan adalah pertama kali. Sementara itu, bagi Christine Hakim, ini adalah Piala Citra ke-11 nya.

Sehari menjelang Malam Anugerah Piala Citra FFI 2025, Pangku juga memenangkan penghargaan di QCinema International Film Festival 2025 di Filipina. Pangku memenangkan penghargaan New Horizons Netpac Jury Prize For Best Asian First Film. Tahun ini merupakan edisi ke-13 QCinema International Film Festival diselenggarakan.

Pengumuman dan pemberian penghargaan berlangsung pada Rabu malam, 19 November 2025 di Quezon City, Filipina. Dalam festival film yang berlangsung pada 14-23 November 2025 tersebut film Pangku berkompetisi di program New Horizons, yang mempresentasikan film-film dari para sutradara debut maupun film kedua dari para sutradara. Di program ini, Pangku berhasil mengungguli delapan film lain dari berbagai negara.

Sebelumnya, Pangku juga telah memenangkan 4 penghargaan saat berkompetisi di program Vision Asia di Busan International Film Festival (BIFF) 2025. Empat kemenangan yang diraih adalah KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award.

Film Pangku telah ditonton oleh 446 ribu lebih penonton di bioskop Indonesia, dan sedang tayang di bioskop.

Tonton film Pangku di bioskop! Ikuti terus informasi terkini film Pangku melalui akun-akun media sosial resminya.

Yura Yunita Membawa Piala Baru Untuk Lagu "Tanda" di AMI Awards 2025


Jakarta, 20 November 2025 Sebuah pencapaian baru diraih oleh penyanyi dan penulis lagu Yura Yunita dalam ajang penghargaan tahunan AMI (Anugerah Music Indonesia) Awards! Pada AMI Awards 2025, Yura memenangkan penghargaan Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik melalui lagu "Tanda".

Kemenangan dalam kategori tersebut di AMI Awards sekaligus menjadi yang pertama untuk Yura, yang sejauh ini telah memenangkan 7 Piala AMI Awards. "Tanda" merupakan lagu yang dirilis Yura pada awal tahun, menjelang bulan suci Ramadan. Selain itu, Semenjak dirilis hingga saat ini, lagu "Tanda" telah didengarkan sebanyak lebih dari 39 juta kali, di beragam layanan digital streaming.

"Penghargaan ini adalah pelukan hangat bagi setiap jejak usaha, setiap malam yang tak ingin menyala, dan setiap tangan yang bekerja dengan cinta," kata Yura Yunita atas kemenangan lagu "TANDA" di AMI Awards 2025.


"Terima kasih untuk para penikmat karya Yura, yang terus membersamai karya ini di hari harimu. Semoga "Tanda" menjadi cahaya kecil yang menghadirkan kebaikan bagi siapapun yang mendengarnya," lanjut Yura.

"Tanda" adalah karya yang membicarakan tentang peran manusia di dunia, serta pencarian makna dalam hidup. Dalam berbagai ajaran dan keyakinan spiritual, manusia diajak untuk merenungkan tujuan hidup dan menjalin hubungan dengan kekuatan yang lebih besar.

Selain memenangkan kategori Karya Produksi Lagu Berlirik Spiritual Islami Terbaik, Yura bersama sang suami Donne Maula juga merayakan kemenangan yang diraih oleh Gempi di kategori Artis Solo Anak-Anak Terbaik. Gempi memenangkan penghargaan tersebut berkat lagu "Ajaib" yang diciptakan oleh Yura dan Donne. Ini merupakan pertama kalinya pasangan ini menciptakan lagu anak.

Sebelumnya, Yura telah memenangkan Piala AMI Awards untuk Artis Solo Wanita Pop Terbaik dan Pencipta Lagu Pop Terbaik melalui lagu "Intuisi" pada AMI Awards 2017. Dilanjutkan dengan kemenangan Artis Solo Wanita Pop Terbaik pada tahun berikutnya melalui lagu "Harus Bahagia", Album Pop Terbaik pada AMI Awards 2019 melalui album "Merakit", Artis Solo Wanita Pop Terbaik 2022 melalui lagu "Tutur Batin", dan Artis Solo Wanita Pop Terbaik 2023 melalui "Jalan Pulang".

Terbaru, Yura merilis single keduanya pada tahun ini berjudul "Mau Jadi Apa?" yang video musiknya telah ditonton lebih dari 1,5 juta views di kanal YouTube Yura Yunita.

Bersama "Tanda" dan "Mau Jadi Apa?", kedua lagu tersebut akan menjadi bagian dari materi album penuh studio terbaru Yura yang akan dirilis segera. Ikuti informasi terbaru melalui media sosial resmi Yura Yunita.

Raditya Dika Adakan Tur Pertunjukan Stand up Comedy "Cerita Anehku", Keliling 6 Kota Besar di Luar Jakarta


Jakarta, 21 November 2025 Pertunjukan komedi terbaru dari Raditya Dika yaitu Cerita Anehku, akan memulai rangkaian tur Luar Jakarta Batch 1 pada bulan Januari 2026 sampai dengan April 2026. Tur ini akan diadakan di 6 Kota besar, yaitu Bali, Pontianak, Bandung, Surabaya, Samarinda dan Medan. Penjualan tiket dengan total 7 Tanggal Show di 6 Kota akan dibuka mulai 28 November 2025 Pukul 14.00 WIB hanya di www.ceritaanehku.com Seluruh rangkaian tur diselenggarakan oleh EKRESA, perusahaan event organizer yang didirikan oleh Raditya Dika.


Cerita Anehku merupakan lanjutan dari seri pertunjukan komedi tunggal Raditya Dika, dimulai pada 2019 dengan Cerita Cintaku dan sempat terhenti karena pandemi, lalu berlanjut dengan Cerita Sebelku (2023-2024) dan Cerita Sialku (2024-2025). Setiap pertunjukan menampilkan cerita personal yang dibawakan dengan humor khas Raditya Dika. Rangkaian pertama Cerita Anehku pada tahun 2025 digelar sejak September lalu 10 Titik di Jakarta dengan total 20 Show dan menghasilkan 12.800 penonton. Di setiap pertunjukan, tiket selalu terjual habis dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Kesuksesan ini menegaskan posisi Raditya Dika sebagai salah satu komika paling konsisten dan dicintai di Indonesia.

"Stand up Comedy atau pertunjukan komedi tunggal adalah pekerjaan yang paling saya senangi. Karena saya tidak punya teman dan jarang nongkrong, panggung stand up comedy adalah tempat buat saya menceritakan keresahan-keresahan saya," tutur Raditya Dika tentang konsistensinya menggelar pertunjukan komedi. "Setelah pertunjukan komedi Cerita Cintaku, Sebelku, Sialku, dan Cerita Anehku ini fokusnya adalah cerita-cerita aneh antara saya dan penonton yang maju ke atas panggung. Dan yang membuat seru adalah, cerita-ceritanya ternyata lebih menarik lagi dibanding Cerita Cintaku, Sebelku, dan Sialku. Mungkin karena dari namanya saja sudah Cerita Anehku, yang keluar betul-betul cerita yang aneh dari penonton," ujar Raditya Dika tentang pengalamannya selama gelaran Cerita Anehku di Jakarta yang masih akan berlangsung sampai Desember 2025.

Tur Cerita Anehku Luar Jakarta Batch 1 diadakan tanggal 10 Januari 2026 di Bali, 17 Januari di Pontianak, 24 Januari dan 11 April 2026 di Bandung, 7 Februari 2026 di Surabaya, dan 14 Februari 2026 di Samarinda, dan 18 April di Medan dengan total 14 Show dan 15,200 penonton. "Pilihan kota-kota luar Jakarta Botch pertama ini dipilih karena lebih dulu cocok secara jadwal dan lokasi. Juga maunya sebisa mungkin selang seling mendatangi Bali, Kalimantan, Sumatera, Jawa. Semoga di Batch berikutnya, kota-kota permintaan teman-teman di sosial media juga bisa didatangi," ucap Raditya.

Konferensi pers Cerita Anehku hari ini didukung oleh restoran Cacamarica yang menjadi lokasi berlangsungnya acara. "Sebagai restoran Indonesia yang berlokasi di Menara Sun Life lantai 5, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Cacamarica juga menyediakan ruang yang nyaman dan fleksibel untuk berbagai kegiatan dan acara. Dengan nilai kenyamanan yang membuat setiap tamu merasa "Serasa di Rumah", kami mendukung Cerita Anehku sebagai bentuk dukungan kami pada kreativitas lokal. Kami berharap tur ini disambut hangat oleh para penontonnya dan membuka peluang kolaborasi kreatif di banyak kota, " ujar Nadia, Marketing Representative Cacamarica.

Dengan materi terbaru penuh cerita aneh dari Raditya Dika dan penontonnya, disampaikan melalui gaya penceritaan yang jujur, dekat dengan keseharian, dan tentunya gaya khas komedi Raditya Dika, Cerita Anehku akan menjadi salah satu tur pertunjukan komedi yang paling dinantikan. Penjualan tiket Cerita Anehku akan dibuka mulai 28 November 2025 Pukul 14.00 WIB di www.ceritaanehku.com

Dar Der Dor! Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku!Siap Bikin Seluruh Bioskop Bergemuruh Tawa Jadi Hiburan Rakyat Indonesia Menuju Akhir Tahun

Sukses dengan special screening di 27 kota dan semua tiket terjual habis, AGAK LAEN: Menyala Pantiku! siap rapatkan tawa mulai 27 November


Jakarta, 20 November 2025 Dar Der Dor! Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! persembahan Imajinari siap membuat seluruh bioskop Indonesia bergemuruh dengan tawa yang rapat mulai 27 November 2025! Memulai cerita baru yang mengikuti empat detektif cupu dalam misi mengungkap pelaku pembunuhan anak walikota yang diduga bersembunyi di panti jompo, kwartet AGAK LAEN menghadirkan ledakan tawa yang tak terduga, layaknya sebuah petunjuk yang ditemukan dalam teka-teki investigasi.

Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga kini menjadi detektif. Namun, mereka terancam dipecat karena tidak becus dalam menyelesaikan tiap misi yang diberikan atasan mereka. Memecahkan kasus pembunuhan anak walikota Yamakarta, bakal jadi wild card keempatnya agar tetap bisa bekerja namun sekaligus jadi pertaruhan terakhir.

Setelah menemukan petunjuk bahwa terduga pelaku pembunuhan bersembunyi di panti jompo, kwartet AGAK LAEN pun menyusun strategi, layaknya saat Indra Jegel menawarkan solusi ketika ada pengunjung yang mati di rumah hantu di film pertamanya. Awalnya, misi seperti akan berjalan mulus. Namun, ide menyusup ke panti jompo malah membawa mereka ke dalam labirin misteri yang harus dipecahkan dalam sebuah investigasi.

Di tengah berbagai ketegangan, AGAK LAEN tetaplah menjadi AGAK LAEN. Meledakkan tawa penonton dengan komedi situasi yang tak terduga bahkan liar. Semakin lengkap dengan kehadiran para ansambel komika dan pemeran kawakan Indonesia yang merapatkan tawa per menit di filmnya.

Tiket special screening film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! pada 15-16 November pun terjual habis (SOLD OUT)! Sementara roadshow special screening di Sumatera akan diadakan pada 22-25 November, di Medan, Pekanbaru, dan Batam sold out. Hanya menyisakan Pematang Siantar yang masih menyisakan sedikit tiket special screening. Dalam roadshow special screening kwartet AGAK LAEN juga akan menghadirkan kejutan!


Selain kwartet AGAK LAEN: Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel dan Oki Rengga, film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! turut dibintangi oleh Tissa Biani, Ariyo Wahab, Gita Bhebhita, Chew Kin Wah, Jajang C. Noer, Tika Panggabean, Jarwo Kwat, Egi Fedly, Priska Baru Segu, Boah Sartika, Ayushita, dan Surya Saputra.

Diproduseri Ernest Prakasa dan Dipa Andika, serta masih ditulis dan disutradarai oleh Muhadkly Acho, AGAK LAEN: Menyala Pantiku! menawarkan cerita baru yang menyegarkan. Dengan latar panti jompo, menawarkan genre komedi Indonesia yang semakin beragam.

"Di film kedua ini, Imajinari bersama AGAK LAEN mengambil latar panti jompo yang kerap dianggap sebagai sebuah tempat dimana para lansia "ditelantarkan" anggota keluarganya. Di film ini, panti jompo akan dipotret sebagai tempat yang hangat dan penuh kebahagiaan," ujar produser Ernest Prakasa.

Produser Dipa Andika menambahkan optimisme Imajinari bersama film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! untuk menciptakan ledakan tawa di bioskop diyakini akan berhasil. Hal itu setidaknya tercermin dari respons para penonton dalam rangkaian special screening di 27 kota di Indonesia.

"Bersyukur saat film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! menggelar special screening di 27 kota di Indonesia mendapat respons positif yang membuktikan film ini bisa menghibur penonton. Semoga energi tawa ini juga menular ke penonton lain saat filmnya tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, dan menjadikan akhir tahun penuh dengan tawa dan bahagia," kata Dipa Andika.

Dalam penggarapan film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! penulis dan sutradara Muhadkly Acho mengungkapkan ada perbedaan warna komedi. Setelah di film pertamanya ada keriuhan dan ketegangan dari latar pasar malam dan rumah hantu, di film kedua praktis gaya berkomedi pun berubah.

"Di film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! ini kami melibatkan para lansia di banyak adegan. Namun, kami memikirkan dengan matang agar komedi di film ini tetap mudah dinikmati dan ditertawakan. Panti jompo sebagai latar utama di film ini menawarkan kontras yang akan menampilkan sisi lain yang belum pernah ada di film Indonesia. Mulai dari komedi hingga kehangatan yang tercipta dari dinamika karakternya," kata Muhadkly Acho.

Indra Jegel, yang di film pertama dan keduanya memiliki kemiripan secara karakter menuturkan ia tetap akan bermain di ranah komedi yang tetap seru untuk diikuti.

"Ada petunjuk-petunjuk baru di film kedua ini. Dengan komedi yang bertabrakan dengan situasi, penonton bakal tetap merasakan keseruan komedi ala AGAK LAEN," kata Indra Jegel.

Sementara itu, bagi Boris Bokir, yang memiliki porsi drama utama secara karakter di film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! mengungkapkan Acho telah dengan jeli memilih cerita-cerita dan inside joke yang tepat. Sehingga, meski bukan pendengar Podcast AGAK LAEN, menurut Boris kisah dan komedinya juga akan terasa universal bagi seluruh penonton.

"Acho itu pendengar Podcast AGAK LAEN. Jadi secara cerita dan komedi, itu memang dia yang menentukan sejak awal, bagian mana saja dalam kehidupan kami berempat yang ikut dimasukkan ke dalam film ini. Tentunya, sebagai pemeran, saya mengikuti naskah yang sudah ditulis oleh Acho dan memainkannya dengan sepenuh hati untuk membuat penonton tertawa," kata Boris Bokir.

Salah satu yang spesial di film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! Oki Rengga turut bermain bersama sang istri. Di film ini, Oki juga menuturkan ada adegan yang sangat membuatnya terkesan hingga berbunga-bunga.

"Di film ini aku bermain dengan istriku yang memang jadi pasangan suami-istri dan sedang menunggu kelahiran anak kami. Nah, ada satu adegan yang membuatku berbunga-bunga selama dua minggu setelahnya dan membuat pandanganku berbeda saat menjalani syuting. Itu golden scene yang patut ditunggu di film ini," kata Oki Rengga.

Bene Dion, yang juga turut mensupervisi ide cerita dan naskah bersama Ernest Prakasa menuturkan di film kedua ini ada perbaikan sisi komedi dan naskah. Namun, bukan berarti membatasi komedinya.

"Tentunya dalam setiap proses, ada evaluasi untuk membuat karya menjadi lebih baik. Namun evaluasi tidak serta merta mengharuskan mengubah komedi untuk selalu terasa aman. Di film AGAK LAEN: Menyala Pantiku!, komedi-komedi pinggir jurang tetap dihadirkan dengan pertimbangan yang dalam; lucu dan aman," kata Bene Dion.


Bawalah jas hujan saat menonton film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! karena akan ada hujan tawa! Tonton film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! di jaringan bioskop mulai 27 November 2025. Hari pertama penayangan (Opening Day) akan dibuka Advance Ticket Sales (ATS). Selain itu, juga ada beberapa promo menarik pada hari pertama yang bisa diakses penonton, dan untuk informasi lengkapnya bisa ikuti di media sosial. Sementara ATS juga akan dibuka pada 21/22 November 2025 melalui MTix, TIX ID, Cinepolis APPS, dan CGV APPS.

Film AGAK LAEN: Menyala Pantiku! juga akan tayang di Malaysia mulai 4 Desember 2025, dan akan melakukan roadshow ke Malaysia 4-7 Desember 2025!

Ikuti perkembangan terbaru melalui media sosial resmi di Instagram dan TikTok @pilem.agak.laen dan @imajinari.id.


Kamis, 20 November 2025

"AIR MATA MUALAF': KISAH KELUARGA YANG DIUJI, CINTA YANG BERTAHAN, DAN HATI YANG MEMILIH JALANNYA SENDIRI


Konferensi pers dan press screening film Air Mata Mualaf yang diselenggarakan pada 19 November 2025 menjadi momentum penting dalam perjalanan perilisan film ini. Dalam forum tersebut, para kreator dan jajaran pemain untuk pertama kalinya menguraikan secara mendalam bagaimana film ini membahas tema keluarga, perbedaan keyakinan, keberanian memilih jalan hidup, serta hidayah yang kerap datang tanpa diduga.

Sejak trailer pertama dan kedua dirilis, publik diperlihatkan dua lapis perspektif, pencarian jati diri Anggie serta gejolak keluarga ketika perbedaan muncul di tengah mereka. Trailer kedua yang lebih intens memperlihatkan pertanyaan yang banyak dialami manusia modern: "Apakah ini hidayah... atau sekadar pelarian dari hati yang sedang terluka?" Tekanan batin, ketakutan kehilangan, amarah, lalu keheningan setelah memilih, semua dieksplorasi dengan pendekatan emosional yang intim.

Sutradara Indra Gunawan menekankan bahwa film ini dibangun bukan untuk menggurui, tetapi untuk memotret manusia saat berhadapan dengan persimpangan hidup. la mengatakan, "Saya membuat film ini bukan untuk menunjukkan siapa yang benar atau

salah. Fokus kami adalah menghadirkan manusia apa adanya, dengan ketakutan, cinta, dan keberanian mereka. Setiap orang pernah berada di titik ketika ia harus memilih jalannya sendiri, dan proses itulah yang kami ceritakan."

Produser Dewi Amanda menambahkan bahwa keberanian untuk mengangkat tema sensitif justru berangkat dari kedekatannya dengan realitas. la menyampaikan, "Perbedaan dalam keluarga sering dipandang sebagai ancaman. Tetapi melalui film ini, kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bisa menjadi ruang belajar. Hidayah atau jalan pilihan tidak datang karena paksaan manusia; ia datang dari Tuhan. Film ini mengajak penonton melihat itu dengan hati yang lebih lembut."

Acha Septriasa as Anggie 

Pada sisi karakter, Acha Septriasa mengungkapkan bahwa peran Anggie memberinya perspektif baru tentang keteguhan hati seorang perempuan. "Anggie adalah sosok yang memilih tanpa membenci dan melangkah tanpa marah. Dia tahu apa yang ia rasakan sebagai kebenaran, tetapi ia juga mencintai keluarganya dengan sangat dalam. Peran ini mengingatkan saya bahwa memilih jalan sendiri bukan tindakan meninggalkan, tetapi keberanian untuk jujur pada diri sendiri," tuturnya.

Achmad Megantara Ustad Reza 

Sementara Achmad Megantara, yang berperan sebagai seorang Ustad, menyoroti bahwa perjalanan spiritual seseorang tidak pernah seragam. la menjelaskan, "Banyak orang datang kepada keyakinan bukan karena amarah, tetapi karena panggilan. Hidayah tidak bisa ditebak, dan tidak semua orang bisa memahaminya di waktu yang sama. Melalui karakter saya, film ini ingin menunjukkan bahwa dialog antara iman dan kemanusiaan harus selalu diberi ruang."

Rizky Hanggono as Wili

Dalam perspektif keluarga, Rizky Hanggono bercerita bahwa beberapa adegan menggugah pengalaman pribadinya. Ia mengatakan, "Ada adegan yang membuat saya teringat pada adik perempuan saya. Konflik keluarga sering kali lahir bukan dari kebencian, tetapi dari rasa takut kehilangan. Film ini mengingatkan bahwa mencintai seseorang tidak selalu berarti mengarahkan hidupnya."

Press screening yang berlangsung pada hari yang sama mempertegas bahwa film ini tidak menghadirkan antagonis. Setiap karakter hadir dengan cintanya masing-masing, ada yang mempertahankan tradisi, ada yang mempertahankan pilihan, ada yang mencoba memahami. Ketegangan terbesar terjadi bukan antara agama, melainkan antara hati yang ingin menjaga keluarga dan hati yang ingin jujur pada dirinya sendiri.

Air Mata Mualaf juga menjadi simbol kolaborasi lintas budaya, melibatkan industri film Indonesia, Malaysia, dan Australia. Para aktor internasional, Syamim Freida, Hazman Al Idrus, dan Matthew Williams-memberikan warna baru dalam proses kreatif, menegaskan bahwa cerita mengenai keluarga dan pencarian arti hidup adalah bahasa universal.

Acara konferensi pers 19 November mempertemukan ratusan rekan media yang kemudian menyaksikan langsung bagaimana film ini menyentuh isu-isu lintas generasi: relasi ibu-anak, batas antara melindungi dan mengekang, proses menerima perbedaan dalam keluarga, hingga perenungan tentang hidayah yang datang tanpa diundang. Dalam banyak kasus, para jurnalis merespons bahwa film ini tidak hanya berbicara tentang keyakinan, tetapi tentang rasa manusia yang paling mendasar: ingin dimengerti, ingin dicintai, dan ingin memilih dengan hati yang tenang.

Air Mata Mualaf tidak menawarkan satu jawaban pasti. Film ini justru membuka ruang tanya, ruang refleksi, dan ruang dialog. Sebagaimana disampaikan Sutradara Indra Gunawan: "Hidup tidak pernah menutup cerita dengan satu jawaban. Yang ada hanya perjalanan, pertumbuhan, dan keberanian seseorang untuk berkata dalam hati: inilah jalan pilihanku."

Film Air Mata Mualaf tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 November 2025, disusul Asia Tenggara dan Timur Tengah pada awal Desember.

Sabtu, 15 November 2025

Visual Spektakuler Bertemu Harmoni Menggetarkan: Uwais Pictures & Allodya Music Rilis MV Nyanyian Timur, Jantung Emosional dari Film Timur

Sebuah kolaborasi Iko Uwais & Audy Uwais yang didukung kemegahan teknologi XR dan orkestrasi sinematik dari Andi Rianto, siap menggetarkan hati penonton Indonesia.


Jakarta, 14 November 2025 Sebuah standar baru dalam kolaborasi film dan musik telah hadir. Uwais Pictures yang didukung oleh Bank Negara Indonesia (BNI) bersama label musik Allodya Music, besutan Audy Uwais, hari ini resmi meluncurkan music video (MV) original soundtrack (OST) film Timur yang berjudul Nyanyian Timur.

Peluncuran yang berlangsung hangat di Plaza Senayan, Jakarta, 14 November 2025 ini bukan sekadar merilis lagu, tetapi membuka gerbang emosi dari salah satu film yang paling diantisipasi tahun ini.

Lebih dari MV: Pengalaman Sinematik Megah

Disutradarai oleh Yudha Mancha Prakasa, MV Nyanyian Timur adalah sebuah mahakarya visual. Diproduksi di Doss Guava XR Studio, salah satu studio Virtual Production terdepan di Indonesia, MV ini memadukan kemegahan layar LED raksasa dengan set asli.

Hasilnya? Visual megah yang memanjakan mata, membungkus sempurna alunan musik sinematik penuh emosi yang diracik oleh komposer senior, Andi Rianto. Perpaduan orkestra yang kuat dan visual yang imersif ini menciptakan sebuah pengalaman yang wajib disaksikan.

Kolaborasi Uwais untuk Film Timur

Nyanyian Timur bukan sekadar lagu, tapi sebuah persembahan yang lahir dari hati. Ini adalah kolaborasi intim antara dua kekuatan kreatif, Iko Uwais (Uwais Pictures) dan Audy Uwais (Allodya Music), yang juga merupakan pasangan suami-istri.


Uniknya lagi, MV ini menjelma menjadi karya keluarga. Turut tampil dua putri mereka, Atreya Uwais dan Aneska Uwais, serta Yai Item, adik dari Audy yang juga berperan sebagai Music Arranger Film Version dari OST Nyanyian Timur.


"Saya bersyukur bisa ikut berperan di proyek ini, terlebih karena kami sekeluarga bisa berkarya bersama," ujar Audy. "Saat Iko membangun Uwais Pictures untuk mengangkat film laga Indonesia, saya juga berusaha menghadirkan wadah baru lewat Allodya Music, untuk melahirkan karya musik yang punya jiwa dan makna," lanjutnya.

Jembatan Menuju Film Timur

Film Timur menjanjikan aksi berkelas internasional, namun intinya adalah tentang nilai-nilai kemanusiaan dan brotherhood yang kuat. Lagu ini adalah representasi musikal dari denyut emosi tersebut dan Nyanyian Timur adalah jiwa dari film Timur.

"Lagu ini menggambarkan semangat dari film Timur, semangat tentang cinta, persaudaraan, dan kemanusiaan. Nyanyian Timur adalah persembahan kami untuk semua orang Indonesia," tambah Audy Uwais.

Melalui musiknya, penonton diajak merasakan inti dari filmnya: keberanian, pengorbanan, dan cinta terhadap tanah air, sebelum menyaksikan aksinya di layar lebar.

Jangan Ketinggalan!

MV Nyanyian Timur adalah pembuka gerbang yang spektakuler. Jika MV-nya semegah ini, bayangkan filmnya. Rasakan kermegahan visual dan harmoni yang menggetarkan dari Nyanyian Timur yang kini dapat disaksikan di kanal YouTube Uwais Entertainment, serta tersedia di Spotify dan berbagai platform musik digital lainnya mulai hari ini, 14 November 2025.

Tonton Music Video Nyanyain Timur di sin

https://youtu.be/9wiATONfPAA?si=Rvo7y xlcPWHz4aQ

Siapkan diri Anda untuk pengalaman penuh film Timur yang akan mengguncang seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.

Untuk informasi lebih lanjut dan konten eksklusif, ikuti akun media sosial resmi @filmtimurofficial dan @uwaispictures.

Kamis, 13 November 2025

Ada Lagu Hindia everything u are, Anything You Want Reality Club hingga Dance, Habibi dari Ali di Film Dopamin, Pas Banget Wakili Kisah Cinta Angga-Shenina di Dunia yang Semakin Gila!



Film Dopamin sedang tayang di bioskop

Jakarta, 14 November 2025 Tak hanya menawarkan genre yang fresh, film persembahan Starvision dan Karuna Pictures, Dopamin, rupanya juga membuat penonton terngiang-ngiang dengan OST. filmnya. Film Dopamin menggunakan lagu everything u are dari Hindia, Anything You Want dari grup band Reality Club, serta Dance, Habibi dari grup band Ali.

Ketiga lagu tersebut juga untuk pertama kalinya menjadi OST. dalam film layar lebar. Lagu everything u are sangat mewakili kisah pasangan Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon di film Dopamin yang memerankan Malik dan Alya, pasangan suami istri baru yang mengalami tantangan finansial.

Di film Dopamin, lagu everything u are seperti menjadi sebuah pesan tentang meski lelah menghadapi beratnya tantangan hidup, selama masih ada kasih sayang dari pasangan menjadi sebuah kepercayaan dan alasan untuk bertahan hidup.


"Lagu everything u are sudah ada di kepala saya sejak kami syuting. Secara emosi, lagu ini memiliki energi yang kuat dan sesuai dengan mood filmnya. Lagu ini juga secara tema mampu merepresentasikan inti cerita di film ini tentang cinta, luka, dan self acceptance," kata penulis dan sutradara film Dopamin Teddy Soeria Atmadja.

Salah satu yang juga spesial, lagu everything u are baru-baru ini juga meraih lima nominasi AMI (Anugerah Musik Indonesia) Awards 2025. Lagu tersebut masuk dalam nominasi Karya Produksi Terbaik Terbaik, Video Musik Terbaik, Artis Solo Alternatif Terbaik, Produser Rekaman Terbaik, dan Aransemen Vokal Terbaik.

Sementara itu, lagu Dance, Habibi dari grup band Ali juga memberikan nuansa fun di dalam film Dopamin. Lagu Dance, Habibi memiliki nuansa musik rock, soul, dan funk, dengan sentuhan elemen Timur Tengah.

Salah satu lagu populer yang viral, Anything You Want dari grup band Reality Club juga memberikan pemaknaan yang menambah lapisan emosi di film Dopamin. Lagu ini merepresentasikan kisah romansa Malik dan Alya di film, bahwa keduanya saling memiliki satu sama lain, dalam keadaan apapun, saling bersama. Apapun kesalahan yang dimiliki, Malik dan Alya akan saling menanggungnya bersama.

Dengan masuknya tiga lagu tersebut sebagai OST. film Dopamin, menjadikan film ini unik dan berbeda. Menjadikan film terasa seperti sebuah perjalanan mendebarkan namun tetap terasa menyenangkan, seperti menjadi sebuah cara menemukan bahagia di dunia yang semakin gila!

Tonton film Dopamin persembahan Starvision dan Karuna Pictures di Bioskop sekarang! Temukan cara bahagia di dunia yang semakin gila! Ikuti perkembangan terbaru film Dopamin melalui akun Instagram @Film Dopamin @Starvisionplus dan Tiktok @StarvisionOfficial.

Rabu, 12 November 2025

Dari Kisah Viral ke Layar Lebar: Cerita Albi & Shella di Film Sampai Titik Terakhirmu Siap Kuras Emosi Penonton di Bioskop, Mulai Hari Ini!

Jakarta, 13 November 2025 - Kisah cinta nyata paling viral di TikTok, yang telah menjadi saksi perjuangan Albi dan Shella bagi lebih dari 300 juta penonton di media sosial, akhirnya resmi berlabuh di layar lebar. Film "Sampai Titik Terakhirmu" mulai tayang serentak hari ini, 13 November 2025, di seluruh bioskop Indonesia, mengundang penonton untuk merasakan sebuah perjalanan emosional yang mendalam.

Film ini lebih dari sekadar tontonan; ini adalah sebuah perayaan hidup yang tulus namun menyayat hati untuk Shella. Diangkat dari perjuangan nyata melawan kanker ovarium, Sampai Titik Terakhirmu merangkum sebuah warisan cinta yang begitu dekat dengan kehidupan banyak orang.

Di bawah arahan sutradara Dinna Jasanti dan produksi LYTO Pictures bersama Legacy Pictures dan TIX ID, Arbani Yasiz (sebagai Albi) dan Mawar de Jongh (sebagai Shella) dinilai berhasil menghidupkan kembali memori, kekuatan, dan cinta yang tak pudar oleh waktu itu ke layar bioskop.

Atmosfer haru sudah meledak bahkan sejak Gala Premiere digelar. Film ini sukses menguras air mata penonton, termasuk rekan selebriti yang hadir. Taskya Namya, yang terlihat tak kuasa menahan tangis, menggambarkannya dengan indah, "Film ini sangat menggambarkan rasanya kita sayang sama orang yang lagi berjuang, sampai titik terakhir mereka kita ada di sana."

Perasaan itu diamini langsung oleh Albi Dwizky, sosok nyata di balik kisah ini. "Gak berhenti-berhenti nangisnya. Dari awal sampai akhir keinget terus sama almarhum. Sangat-sangat haru sekali," ungkap Albi, menegaskan betapa film ini menjadi pengingat yang kuat atas cintanya.


Sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme penonton yang telah mengikuti kisah ini sejak awal, sebuah promo spesial BOGOF (Buy One Get One Free) tersedia di MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis dengan kuota terbatas.

Tidak hanya itu, tim film juga akan menyapa penonton secara langsung melalui rangkaian roadshow dan cinema visit ke berbagai kota, mulai dari Bogor, Sukabumi, Bandung, Tangerang, Semarang, Solo, Bekasi, Surabaya, Sidoarjo, Depok, Malang, Medan, hingga Palembang.


Sampai Titik Terakhirmu adalah sebuah undangan tulus untuk merayakan cinta sejati dan kehidupan itu sendiri. Jangan lewatkan kisah nyata yang menyentuh hati ini, mulai hari ini di seluruh bioskop Indonesia. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di media sosial resmi @sampaititikterakhirmu dan @lytopictures.

Film Yohanna Bawa Pesan Universal yang Menyentuh Hati dan Dekat dengan Kehidupan, Tayang 9 April 2026 Di Bioskop

Jakarta, 3 April 2026 — Film Yohanna, karya sutradara Razka Robby Ertanto, produksi Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film ...