Jumat, 31 Oktober 2025

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah", Film Terbaru dari Hanung Bramantyo World Premiere di International Film Festival Rotterdam 2026


Jakarta, 27 Oktober 2025 Kabar bangga datang dari dunia perfilman Indonesia. Film terbaru dari sutradara kenamaan Hanung Bramantyo di bawah rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Film, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah, resmi terpilih untuk tayang perdana (world premiere) di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 yang akan diselenggarakan pada 29 Januari hingga 8 Februari 2026. Festival ini adalah salah satu ajang film paling bergengsi, yang dikenal selalu menampilkan karya-karya unik dan berani dari seluruh penjuru dunia.

Terpilihnya Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah menjadi momen penting yang kembali membawa nama Indonesia ke panggung global. Ini juga menandai film kedua Hanung Bramantyo yang berhasil masuk seleksi resmi IFFR, setelah sebelumnya film Gowok: Kamasutra Jawa juga tayang di festival yang sama.

Kisah Thriller Horor Supernatural

Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah adalah sebuah film horor supernatural yang mengambil latar menegangkan di Indonesia era 1960-an. Penonton akan dibawa ke masa yang penuh gejolak sosial dan ketegangan politik.

Film ini berfokus pada serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi di Desa Lobang Buaya. Sebuah pola aneh muncul: setiap korban ditemukan tewas pada tanggal 30 setiap bulannya, dengan kondisi tubuh berlubang dan pesan-pesan aneh tertulis di wajah mereka.

Kasus-kasus ini perlahan mengungkap sebuah rahasia kelam yang terkait dengan kepercayaan, propaganda, dan sisi paling gelap dari sejarah bangsa.

Film ini terinspirasi dari berbagai cerita rakyat dan teori yang beredar seputar peristiwa Gerakan 30 September. Namun, Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah tidak menceritakan sejarah secara gamblang. Sebaliknya, film ini mencoba "membaca ulang" luka masa lalu lewat kacamata cerita mistis dan simbolik.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, dan Anya Zen. Perpaduan visual yang mencekam dan keberanian Hanung

mengangkat isu sejarah lewat mistisisme menjadi daya tarik utama yang dinantikan para kritikus internasional.

Langkah Awal Menuju Bioskop Indonesia

Penayangan perdana di Rotterdam ini adalah langkah awal sebelum Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah bisa disaksikan oleh penonton di Tanah Air. Untuk informasi terbaru mengenai jadwal rilis di Indonesia dan materi promosi lainnya, publik dapat mengikuti akun media sosial resmi @adhyapictures.

Tatapan Mertua yang Siap Mengguncang! Teaser Mertua Ngeri Kali Tampilkan Aksi Kocak Bunda Corla

Jakarta, 17 Oktober 2025 Antara menantu dan mertua, pertarungan sengit yang dirilis dalam teaser poster dan trailer film terbaru dari rumah produksi Im-a-gin-e Mertua Ngeri Kali menampilkan penampilan perdana Bunda Corla di film layar lebar.

Film ini menjadi momen spesial bagi para penggemar setia Bunda Corla, karena kini mereka bisa menyaksikan energi blak-blakan khasnya dalam sosok Donda, ibu mertua Batak yang siap bikin rumah tangga anaknya jungkir balik!

Teaser Poster: Tatapan Cinta vs Tatapan Mertua

Sumber Foto Instagram Mertua Ngeri Kali


Teaser poster yang baru dirilis menampilkan pasangan Raja (Dimas Anggara) dan Andara (Naysilla 
Mirdad) yang tengah saling menatap penuh cinta. Namun, di belakang mereka, tampak Donda (Bunda Corla) dengan tatapan sinis yang seolah siap "menghantam" kebahagiaan keduanya. Poster ini menunjukkan dinamika keluarga berantakan yang akan dihadirkan melalui film ini, mengajak penonton untuk memilih: tim istri atau tim mertua?

Teaser Trailer: Rumah Tangga Kacau, Mertua jadi Dalangnya

Sumber Vidio  Instagram Mertua Ngeri Kali

Sementara itu, teaser trailer yang dirilis menampilkan kekacauan sehari-hari di rumah Donda. Dari keluhan Donda yang tak ada habisnya, Andara yang frustasi, hingga Raja yang terjepit di antara dua perempuan paling penting dalam hidupnya, semuanya dirangkum dalam cuplikan singkat yang kocak namun relatable. Dari nada bicara hingga gestur blak-blakan khas Bunda Corla, trailer ini menunjukkan betapa karakter Donda benar-benar dibuat untuk dirinya.

Disutradarai oleh Key Mangunsong, Mertua Ngeri Kali menyajikan drama keluarga penuh tawa tentang benturan antar generasi, ego, dan cinta di dalam satu rumah besar keluarga Batak. Film ini juga dibintangi oleh Gita Bhebhita, Sophie Navita, Siti Fauziah, dan Bonar Manalu.

Diproduksi oleh Im-a-gin-e, bekerja sama dengan A&Z Films, Anami Films, PK Films, Josh Pictures, dan Kami Sinema, Mertua Ngeri Koli siap menghadirkan kisah komedi keluarga yang menggelitik dan hangat untuk ditonton bersama keluarga tersayang.

Siapkan mental dan siap-siap ngakak bareng Bunda Corla di film debutnyal Saksikan kehebohan Donda dan keluarga besarnya di Mertua Ngeri Koli, mulai 11 November 2025 di bioskop seluruh Indonesia.

Ikuti keseruannya di Instagram @mertuangerikali.film dan @im_a_gin_e untuk update terbaru.

Darah, Keringat, dan Hati: Uwais Pictures Rilis Teaser Trailer Mencekam "Timur"



Film produksi perdana Uwais Pictures ini siap mendefinisikan ulang sinema laga Indonesia dengan memadukan aksi brutal dan drama kemanusiaan yang menyentuh

Jakarta, 28 Oktober 2025 Sebuah babak baru sinema laga Indonesia secara resmi dimulai. Uwais Pictures melepas teaser trailer perdana dari proyek film yang siap tayang di tahun ini, berjudul "Timur". Karya ini tidak hanya menandai film pertama dari rumah produksi tersebut, tetapi juga merupakan debut Iko Uwais di kursi sutradara, dari seorang aktor laga, kini mengarahkan film laga, sebuah peran yang telah lama dinantikan oleh para penggemar film.

Teaser yang dirilis hari ini melemparkan penonton langsung ke jantung hutan belantara yang liar dan tanpa ampun. Dalam visual yang megah, Iko Uwais menampilkan ciri khasnya: aksi laga dengan intensitas tinggi dan koreografi brutal namun puitis yang digarap oleh Uwais Team. Setiap dentuman peluru dan adu fisik terasa autentik, menjanjikan sebuah pengalaman sinematik yang akan memompa adrenalin.


Sumber Vidio Instagram Film Timur


Namun, di balik rentetan aksi tersebut, Timur menyimpan sesuatu yang lebih dalam. Teaser ini mengisyaratkan sebuah cerita tentang pergulatan batin, di mana naluri bertahan hidup. berbenturan dengan rasa kemanusiaan.

Lebih dari Sekadar Pukulan dan Tembakan

Timur berkisah tentang seorang prajurit pasukan khusus yang kembali ke tanah masa kecilnya untuk sebuah misi penyelamatan berbahaya. Namun, misi tersebut membawanya pada konfrontasi tak terduga dengan bayangan masa lalunya.

Film ini bukan sekadar pameran laga, melainkan sebuah eksplorasi emosional tentang persaudaraan, pengorbanan, dan upaya seorang pria untuk berdamai dengan trauma yang menghantuinya.

"Timur lahir dari sebuah keyakinan bahwa film laga bisa memiliki jiwa," ungkap Iko Uwais, yang memegang peran ganda sebagai sutradara dan pemeran utama. "Kami ingin penonton tidak hanya menahan napas karena aksinya, tapi juga merasakan detak jantung para karakternya. Ini adalah cerita tentang penebusan, tentang menemukan kembali siapa diri kita saat semua hal yang kita kenal direnggut paksa."

Karya Pembuka, Manifesto Sebuah Era Baru

Sebagai karya pembuka dari Uwais Pictures, Timur adalah sebuah manifesto. Film ini menjadi penanda komitmen Iko Uwais dan timnya untuk mendorong sinema laga Indonesia ke level selanjutnya: menghadirkan produksi berstandar internasional yang ceritanya tetap berakar kuat pada nilai-nilai kemanusiaan.

Timur akan menggebrak seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Desember 2025.

Saksikan pengalaman sinematik yang menegangkan sekaligus menggugah, sebuah kisah tentang keberanian, pengkhianatan, dan perjuangan tanpa akhir untuk menemukan jalan pulang.

Untuk informasi lebih lanjut dan konten eksklusif, ikuti akun media sosial resmi @filmtimurofficial dan @uwaispictures.

Film Dopamin Menampilkan Cara Bahagia di Dunia yang Semakin Gila! Couple Goals Angga Yunanda & Shenina Cinnamon Bersatu Hadapi Ujian Kehidupan dan Cinta

Film Dopamin tayang mulai 13 November 2025 di bioskop Indonesia


Jakarta, 29 Oktober 2025 Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon membawa kita ke dalam sebuah roller coaster kehidupan berumah tangga mereka dalam film romantic survival drama Dopamin persembahan Starvision dan Karuna Pictures, Film yang disutradarai Teddy Soeria Atmadja dan produser Chand Parwez Servia ini akan menampilkan cara pasangan suami istri bahagia di dunia yang semakin gila.

Terhimpit utang yang menumpuk, telat bayar sewa tempat tinggal, menggadaikan barang demi bisa makan, dan kehilangan pekerjaan adalah masalah bertubi-tubi yang dihadapi pasangan yang baru saja menikah, Malik (Angga Yunanda) dan Alya. (Shenina Cinnamon). Krisis yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga mereka membuat pasangan ini kurang harmonis, seakan menyeret keduanya hingga ke pinggir jurang dan bertanya apa lagi yang harus mereka lakukan untuk bisa bertahan hidup?

Namun, di tengah masalah yang berdatangan, hadir seorang tamu asing ke rumah mereka, dan bermalam usai membantu Malik yang mobilnya bermasalah. Sang tamu asing yang menjadi jawaban instan bagi Malik dan Alya, karena meninggalkan koper berisi penuh uang! Film Dopamin akan mengikuti liku perjalanan Malik dan Alya dalam menata hidup mereka yang baru, tak hanya bergelimang uang, namun juga ancaman bahaya yang mengintai!

Produser film Dopamin Chand Parwez Servia mengungkapkan film ini akan menjadi karya yang berbeda. Setelah kolaborasi Chand Parwez bersama Teddy serta Starvision. dan Karuna Pictures yang menghasilkan blockbuster The Architecture of Love (TAOL), kini bertepatan dengan momentum perayaan 30 tahun Starvision, Dopamin hadir sebagai karya baru yang menyegarkan.

produser film Dopamin Chand Parwez Servia

"Kita bisa melihat bagaimana Malik dan Alya sebagai pasangan muda bisa saling mengandalkan, dan berusaha untuk bisa selamat dari kesulitan yang sedang mereka hadapi. Ini adalah film yang berbeda dan penuh adrenalin, saya yakin semua pasti ingin melakukan yang terbaik untuk pasangan. Dan di film Dopamin membuat kita merasa bahwa kita berada dalam situasi yang sama dan bersama-sama dengan pasangan muda ini, Malik dan Alya untuk menghadapi segala permasalahannya. Benarkah cinta obat bahagia di dunia yang semakin gila?" ujar produser film Dopamin Chand Parwez Servia.

Film Dopamin sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang. Teddy menulis draft pertama naskah ini sejak lima tahun lalu. Film yang awalnya diintensikan memiliki cerita dan visual yang lebih gelap dalam balutan thriller, setelah berdiskusi dengan

Chand Parwez Dopamin menjadi bentuk eksplorasi cross-genre yang akan membawa penonton dalam sebuah adrenaline rush dari para karakter di filmnya.

penulis dan sutradara film Dopamin Teddy Soeria Atmadja.

"Dopamin adalah film tentang survival, perjuangan untuk sebuah cinta. Pada dasarnya adalah relasi antara manusia. Ini adalah cerita yang sangat humanis, dan akan membuat kita berempati dan jatuh cinta pada karakter Malik dan Alya," ujar penulis dan sutradara film Dopamin Teddy Soeria Atmadja.

Bagi Angga dan Shenina, Malik dan Alya di film Dopamin sangat merefleksikan dinamika yang terjadi dalam kehidupan mereka serta bisa menjadi cerminan bagi banyak orang dalam menjalani hidup.

Angga Yunanda as Malik

"Ini adalah kondisi banyak orang. Up and down dari sebuah hubungan pernikahan. Malik dan Alya di film ini adalah pasangan muda yang baru menikah. Lalu mereka menghadapi pergolakan ekonomi, dan aku merasa kita bisa merefleksikan diri dari film Dopamin," ungkap Angga Yunanda.

Shenina Cinnamon as Alya 

"Semuanya harus dijalankan bersama-sama, sebagai pasangan. Di momen ini juga menangkap apa pun keputusan yang diambil, semuanya harus dibicarakan bersama dan menemukan titik tengahnya. Sehingga sebagai pasangan kita bisa bersama-sama sampai akhir," tambah Shenina Cinnamon.

Cast dan Filmmaker Film Dopamin

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon membintangi film Dopamin bersama Anjasmara, Andri Mashadi, Teuku Rifnu Wikana, Totos Rasiti, Nagra Pakusadewo, Kiki Narendra, Rizky Inggar, Verdi Solaiman, Tike Priatnakusumah, Aida Nurmala, Willem Bevers, Alfian Phang, dan lain-lain.

Sumber Instagram film dopamin 

Sebelumnya, film Dopamin juga mendapatkan sambutan positif dan meriah saat terpilih untuk tayang sebagai closing film di Jakarta Film Week (JFW) 2025 pada 26 Oktober 2025. Para penonton memberikan standing ovation seusai penayangan. Banyak dari para reviewer film pun menyebut Dopamin sebagai karya yang fresh, thrilling, dan intens menegangkan namun menyenangkan.

Tonton film Dopamin persembahan Starvision dan Karuna Pictures di Bioskop mulai 13 November 2025. Temukan cara bahagia di dunia yang semakin gila! Ikuti perkembangan terbaru film Dopamin melalui akun Instagram @FilmDopamin @Starvisionplus dan Tiktok @StarvisionOfficial.

Air Mata di Ujung Sajadah 2" Sentuh Ratusan Ribu Hati Penonton, Raih 133.789 Penonton di Minggu Pertama Penayangan

Jakarta, 31 Oktober 2025 Semakin banyak penonton di seluruh Indonesia yang turut merasakan kisah mengharukan keluarga dalam Air Mata di Ujung Sajadah 2. Sejak penayangan hari pertamanya, film drama keluarga yang penuh emosi ini terus menarik perhatian publik dengan cerita yang menyentuh hati dan penampilan Titi Kamal dan Citra Kirana yang mengoyak hati para penonton Indonesia.


133 Ribu Penonton di Minggu Pertama

Dalam minggu pertamanya di layar bioskop, Air Mata di Ujung Sajadah 2 berhasil meraih 133.789 penonton. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa kisah lanjutan dari film pertamanya masih memiliki tempat istimewa di hati penonton indonesia. Film produksi Beehave Pictures. dan disutradarai oleh Key Mangunsong ini kembali menghadirkan drama keluarga yang hangat sekaligus menguras air mata.

Para Penonton yang Menangis Bersama di Bioskop

Sejak hari pertama penayangan, suasana haru tampak menyelimuti berbagai bioskop di seluruh kota. Banyak penonton terlihat tak kuasa menahan air mata saat mengikuti kisah Aqilla, Yumna, dan Baskara di layar lebar. Ceritanya yang dekat dengan realita kehidupan membuat banyak orang tersentuh dan teringat akan sosok ibu mereka.

"Film ini bikin aku nangis dari awal sampai akhir. Ceritanya benar-benar bikin ingat sama perjuangan ibu sendiri," ungkap salah satu penonton usai menyaksikan sekuel ini. "Kalimat-kalimatnya sederhana, tapi maknanya dalam banget. Aku sampai nggak berhenti mikirin ibu di rumah," tambah penonton lain yang mengutarakan pengalaman menontonnya.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 melanjutkan kisah dari film pertamanya, menghadirkan konflik emosional antara dua ibu dan satu anak tentang pengorbanan, kehilangan, dan cinta yang tak pernah padam..

Dengan penyutradaraan yang peka dan akting kuat dan Titi Kamal, Citra Kirana, Faqih Alaydrus, Daffa Wardhana, dan Jenny Rachman, film ini berhasil membuat penonton tenggelam dalam kehangatan sekaligus kesedihan yang mendalam.

Air Mata di Ujung Sajadah 2 sedang tayang di bioskop seluruh Indonesia. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sendiri kisah yang membuat ribuan penonton menitikkan air. mata.

Untuk informasi lebih lanjut, ikuti media sosial resmi @beehavepictures dan @airmatadiujungsajadah 2.

Selasa, 28 Oktober 2025

Film Pangku Tayang Mulai 6 November di Bioskop Indonesia Membawa Kisah Perjuangan Ibu yang Tak Punya Pilihan Tribut Reza Rahadian untuk Sang Ibu


Chemistry yang apik dari Claresta Taufan dan Christine Hakim membawa 
keduanya meraih nominasi Piala Citra FFI 2025

Jakarta, 28 Oktober 2025 Setelah tayang perdana (world premiere) di Busan International Film Festival (BIFF) 2025, film debut penyutradaraan Reza Rahadian dan persembahan pertama rumah produksi Gambar Gerak, Pangku akan resmi tayang di jaringan bioskop Indonesia mulai 6 November 2025. Film Pangku menghadirkan kisah tentang perjuangan seorang ibu dengan penceritaan yang sangat sederhana, namun membumi dan universal, sehingga sangat relate dan mudah dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.

Mengikuti kisah Sartika (Claresta Taufan), yang tengah hamil besar dan mencari pekerjaan, nasib hidupnya membawa Sartika ke pasangan tua Maya (Christine Hakim) dan Jaya (Jose Rizal Manua). Sartika ditampung oleh Maya dan Jaya, dan kelak ia menemukan kehidupan baru untuk membesarkan anaknya, Bayu (Shakeel Fauzi), dan bertemu dengan cintanya, Hadi (Fedi Nuril) si sopir truk ikan.

Sebagai debut penyutradaraannya, Reza Rahadian menampilkan kisah ibu tunggal dengan penuh kasih. Berbekal pengalamannya, selama 38 tahun sebagai anak dari seorang ibu tunggal dan 20 tahun karier aktingnya. Reza dengan cermat menggali perspektif ibu. Sehingga penonton bisa menyelami perasaan ibu yang dalam menjalani hidupnya tanpa pilihan.

penulis dan sutradara film Pangku Reza Rahadian.

"Sumber inspirasi dari cerita di film Pangku berasal dari ibu saya sebagai seorang single mother dan bagaimana saya tumbuh bersamanya. Itulah awal dari semuanya, dan saya ingin menjadikan film ini sebagai tribut untuk ibu. Setelah berada di industri film selama lebih dari 20 tahun, saya merasa membutuhkan tantangan dan ruang baru untuk berkembang lagi sebagai seorang seniman, dan menyutradarai adalah hal yang sudah saya impikan sejak lama," ujar penulis dan sutradara film Pangku Reza Rahadian.

Diproduseri oleh Arya Ibrahim dan Gita Fara, dengan produser eksekutif Melyana Tjahjadikarta, film Pangku ditulis Reza Rahadian bersama Felix K. Nesi. Film ini dibintangi di antaranya oleh Claresta Taufan, fedi Nuril, Christine Hakim, Shakeel Fauzi Aisy, Jose Rizal Manua, Devano Danendra, Kaan Lativan, Reza Chandika, Lukman Sardi, Nazira C Noer, Galabby Thahira, Tj Ruth, happy Salma, Nai Djenar Maesa Ayu, iswadi Pratama, nusa Kalimasada, Heliana Sinaga, Rizky Langit, Dan Demi Medina.

produser film pangku Gita Fara.

"Film Pangku berbicara tentang ibu dan bagi banyak ibu di luar sana, yang hidupnya harus bekerja keras berkali lipat. Film ini untuk semua orang yang berjuang tanpa kemudahan dan pilihan-pilihan. Mau tidak mau hidup harus dijalani, suka dukanya adalah yang kadang kita harus nikmati, kadang juga kita harus syukuri," ujar produser Gita Fara.

Penampilan apik dari Claresta Taufan dan Christine Hakim juga membuahkan hasil manis. Keduanya mendapatkan nominasi untuk Pemeran Utama Perempuan Terbaik dan Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik untuk Piala Citra FFI (Festival Film Indonesia) 2025. Chemistry yang sangat kuat di antara keduanya memberikan getaran tentang perjuangan keras seorang ibu, yang terasa seperti perjalanan yang biasa dalam hidup, tanpa dramatisasi dan memelas diri.

Claresta Taufan as Sartika

"Bagiku, film Pangku adalah film yang jujur tentang kehidupan di Indonesia, spesifiknya di kawasan Pantura. Aku yang memerankan Sartika merasa film ini bisa memotret secara real apa adanya seperti itu kehidupan yang dilalui, tanpa disedih-sedihkan atau dibagus-baguskan. Dan ini yang membuat penonton akan merasa relate, bahkan termasuk penonton internasional yang sudah nonton Pangku di Busan," terang Claresta Taufan.

"Salah satu tantanganku secara teknis di film ini adalah ketik adegan aku menarik gerobak. Karena itu diambil dengan one-shot sementara jalanannya berbatu, jadi agak sulit. Untuk adegan ini bahkan butuh sekitar 11 take," lanjut Claresta.

Salah satu yang juga menarik, film Pangku juga menggunakan lagu Rayuan Perempuan Gila dari Nadin Amizah. Film Pangku menjadi satu-satunya yang mendapatkan izin lisensinya untuk menggunakan lagu tersebut sebagai OST film, meski selama ini banyak yang meminatinya. Lagu ini juga akan memberikan dimensi yang lebih dalam tentang karakter Sartika di film ini.

Selain Rayuan Perempuan Gila, Pangku juga memiliki OST dari lagu legendaris Iwan Fals, Ibu. Namun, spesial untuk Pangku, Iwan Fals merekam ulang lagu Ibu.

sumber gambar instagram film pamgku

Film Pangku sebelumnya telah memenangkan 4 penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dalam kompetisi program Vision Asia. Penghargaan itu adalah KB Vision Audience Award, FIPRESCI Award, Bishkek International Film Festival-Central Asia Cinema Award, dan Face of the Future Award. 

sumber gambar instagram film pangku


Di FFI 2025, Pangku total meraih 7 nominasi Piala Citra: Film Cerita Panjang Terbaik, Pemeran Utama Perempuan Terbaik (Claresta Taufan), Pemeran Utama Pendukung Perempuan Terbaik (Christine Hakim), Penulis Skenario Asli Terbaik (Reza Rahadian, Felix K. Nesi), Penata Artistik Terbaik (Eros Eflin), Penyunting Gambar Terbaik (Ahmad Fesdi Anggoro), dan Penata Musik Terbaik (Ricky Lionardi).

Film Pangku adalah film yang sudah diakui festival dunia dan dalam negeri, dengan cerita naratif yang sangat sederhana, yang menjadikannya terasa sangat hangat, tulus dan real.


Film Pangku tayang mulai 6 November 2025 di bioskop Indonesia. Ikuti terus informasi terkini film Pangku melalui akun-akun media sosial resminya.

Senin, 20 Oktober 2025

Bukan Sekadar Horor, Tumbal Darah Jadi Refleksi tentang Pengorbanan dan Kemanusiaan


Jakarta, 20 Oktober 2025 Ketika cinta dan keputusasaan saling bersinggungan, batas antara benar dan salah perlahan memudar. Tumbal Darah, karya terbaru dari maestro horor-action Charles Gozali menggali pertanyaan moral terdalam manusia sejauh apa seseorang rela berkorban demi cinta? Dan sejauh apa mereka rela menjual jiwanya demi keinginan duniawi?

Sebuah kolaborasi besar antara MAGMA Entertainment, Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group, Tumbal Darah bukan sekadar horor penuh darah, tapi juga refleksi suram tentang manusia-manusia yang berjuang di ambang kehilangan segalanya.

Korban dari Nafsu Duniawi

Klinik Kamboja dari neraka menjadi arenanya, tiga nakes menjadi pelakunya. Dalam dunia Tumbal Darah, kejahatan tidak hanya datang dari makhluk gaib semata, melainkan dari manusia yang kehilangan arah.

Iwan (Donny Alamsyah), seorang dokter bersalin, menjalankan Klinik Kamboja ini bersama istrinya Sandra (Agla Artalidia) dan asistennya Bakar (Aksara Dena). Di tempat inilah nyawa bayi dikorbankan sebagai tumbal bagi setan demi kekayaan. Merupakan simbol dari manusia yang menukarkan moralitas demi harta, mereka percaya bisa mengendalikan tumbal ini, padahal tanpa sadar juga terperangkap dalam kegelapannya.

Cinta Keluarga di Tengah Kegelapan: Apa yang Rela Dikorbankan?

Di sisi lain ada Jefri (Marthino Lio) dan Ella (Sallum Key), pasangan suami istri yang hidup dalam keterbatasan. Setelah kecelakaan menimpa Ella yang tengah hamil delapan bulan, mereka terpaksa mencari pertolongan di tempat yang salah: Klinik Kamboja yang dijalankan oleh Iwan, Sandra, dan Bakar.

Ancaman datang bagi bayi yang ada di dalam rahim Ella. Mampukah Jefri dan Ella menyelamatkan satu sama lain? Perlukah mereka mengorbankan moral mereka untuk keselamatan keluarga kecilnya?

"Horor sejati datang dari ketakutan manusia," ujar Charles Gozali, sutradara dibalik film mencekam ini. "Melalui Tumbal Darah, kami ingin mengeksplor sisi tergelap dari manusia dan bertanya: kalau kita ada di posisi itu, apa yang akan kita lakukan?"

Kalimat itu menjadi jantung dari Tambal Darah, sebuah film yang tidak hanya menawarkan pengalaman teror yang menegangkan, tapi juga dilema moral yang membuat penonton bimbang.

Pada akhirnya, Tumbal Darah bukan hanya sekadar kisah tentang ritual setan, melainkan sebuah kisah tentang manusia, pilihan yang lahir dari cinta dan ketakutan, serta moral yang diuji di titik terendah

Uji nyali dan moralmu dalam film Tumbal Darah mulai 23 Oktober 2025 di bioskop Indonesia. Untuk update dan informasi lebih lanjut, kunjungi sosial media @tumbaldarahfilm dan @magmaent.

Minggu, 19 Oktober 2025

Adipati Dolken dan Mawar de Jongh Comeback Jadi Pasangan di Vidio Original Film What's Up with Secretary Kim?

sumber : Vidio

Jakarta, 20 Oktober 2025 Setelah sukses beradu akting di proyek sebelumnya, Adipati Dolken dan Mawar de Jongh kembali dipasangkan dalam film terbaru berjudul What's Up with Secretary Kim?. Chemistry keduanya yang sempat mencuri perhatian penonton kini hadir dalam balutan cerita romantis penuh kehangatan dan komedi ringan khas kantor.

Film ini menampilkan Adipati Dolken sebagai wakil presdir perfeksionis dan karismatik, serta Mawar de Jongh sebagai sekretaris penuh dedikasi yang jadi sosok penting dalam hidup sang atasan.

Menariknya, film ini merupakan adaptasi dari webtoon dan webnovel populer berjudul What's Wrong with Secretary Kim yang sebelumnya populer dalam versi drama Korea, bahkan sempat diadaptasi di Filipina serta Thailand, Kali ini, kisah ikonik tersebut dihadirkan dalam versi film Indonesia dengan sentuhan lokal yang segar dan karakter yang terasa dekat dengan keseharian penonton.


Sumber : Vidio

Trailer-nya sudah resmi dirilis! Tapi sebelum kalian nonton trailernya, yuk kenalan dulu dengan dua karakter utama, Pak Rendra dan Sekretaris Kim!

Rendra Prakasa (Adipadi Dolken)

Sumber : Vidio 

Pak Rendra adalah wakil presdir di sebuah perusahaan ternama yang sudah sembilan tahun bekerja dengan Sekretaris Kim. Selama ini, Sekretaris Kim selalu tahu setiap kebiasaan dan jadwal sang atasan, sekaligus jadi sosok andalan di tengah kesibukan Pak Rendra yang perfeksionis. Namun, semuanya berubah ketika Sekretaris Kim memutuskan untuk resign. Kabar itu membuat Pak Rendra linglung dan mulai sadar, mungkin ada hal penting yang selama ini belum pernah ia ungkapkan.

Kimberley Laksono (Mawar de Jongh)

Sumber : Vidio 

Selama sembilan tahun menemani Pak Rendra, Sekretaris Kim tahu persis apa yang bosnya inginkan. Namun dibalik profesionalismenya, Kim justru belum tahu apa yang sebenarnya ia inginkan dalam hidupnya sendiri. Terlalu fokus pada pekerjaan membuatnya

lupa merawat diri dan menunda urusan pribadi. Kini, ia ingin berhenti sejenak, mencari cinta sejatinya, dan mewujudkan impiannya untuk menikah. Tapi siapa sangka? Ternyata Jawabannya ada begitu dekat dengannya selama ini.

Vidio Original Film What's Up with Secretary Kim? Eksklusif di Vidio!

Melalui trailer yang baru saja dirilis, penonton langsung dibuat gemas dengan momen-momen ekspresif dan chemistry hangat antara Pak Rendra dan Sekretaris Kim.

Sambil menunggu penayangannya pada Sabtu, 8 November 2025 secara eksklusif di Vidio, yuk tonton dulu trailernya dan rasakan sendiri interaksi manis antara bos perfeksionis dan sekretaris andalan yang dijamin bikin kamu senyum-senyum sendiri!

Jumat, 17 Oktober 2025

Romantisnya Endy Arfian Membimbing Steffi Zamora Menuju Perubahan Hidup yang Lebih Baik di Film Pengin Hijrah

Film Pengin Hijrah tayang mulai 30 Oktober 2025 di bioskop Indonesia

Jakarta, 17 Oktober 2025 drama romansa religi berjudul Pengin Hijrah persembahan Sinemata Buana Endy Arfian tampil menjadi idola baru dalam film Kreasindo. Di film Pengin Hijrah, Endy Arfian memerankan Omar, laki-laki blasteran Uzbekistan-Indonesia yang dipertemukan dengan Alina (Steffi Zamora), selebgram yang tengah mengalami krisis pencarian jatidiri.

Endy menampilkan sosok Omar sebagai karakter yang memiliki jiwa penuh kesabaran dan romantis. Meski dalam kehadiran awalnya ia begitu dibenci dan dihindari oleh Alina, namun justru sosok Omar yang penuh pengertian adalah yang dibutuhkannya.

Kehadiran Endy sebagai Omar pun sangat kontras dengan Joe (Daffa Wardhana). mantan pacar Alina yang membuat kehidupan Alina serba berantakan. Mulai dari dicabutnya beasiswa kuliahnya hingga menjauhkan Alina dari kebaikan. Perbedaan inilah yang membuat Endy terlihat begitu green flag dan sosok yang sesuai untuk Alina yang tengah berupaya memperbaiki kehidupannya menjadi lebih baik.

Film Pengin Hijrah menampilkan perjalanan hijrah Alina bukan sekadar sebagai perubahan penampilan fisik dan lahiriah, namun juga menggambarkan perjalanan perubahan batin yang lebih mendalam. Tak sendiri, perjalanan Alina mendekatkan diri pada Allah dan mencari ketenangan spiritual juga turut dibantu oleh Omar. Dari momen perbincangan asing di kantin dan taman kampus hingga perjalanan yang penuh keajaiban dan emosional ke Uzbekistan.

Disutradarai oleh Jastis Arimba, Pengin Hijrah mampu menjadi film yang membuat kita mengerti tentang makna hijrah sebagai proses personal yang jujur, tanpa menggurui. Film ini juga sesuai untuk penonton muda yang sedang mencari arah, belajar memaafkan diri, dan menemukan makna hijrah lewat cinta dan persahabatan.

"Pesan yang paling penting yang ingin disampaikan dari film Pengin Hijrah adalah kami berusaha ingin memberitahu bahwa ketika kamu sedang berusaha untuk lebih baik, jadilah lebih baik dengan sendirinya tanpa harus menilai diri kamu lebih baik dari orang lain. Jadi sebagai anak muda juga jangan mudah untuk memberikan judgement," ujar sutradara film Pengin Hijrah Jastis Arimba.

Film Pengin Hijrah dibintangi oleh Endy Arfian, Steffi Zamora, Daffa Wardhana, Nadzira Shafa, pendatang baru Sita Permata Sari, Donny Alamsyah, dan Karina Suwandi. Film ini diproduseri oleh Arismuda Irawan dan Rendy Gunawan, dengan Budi Yulianto dan Avesina Soebli sebagai produser eksekutif

"Selain menghibur karena ceritanya yang kuat dengan genre drama romance dan unsur religinya, film ini diharapkan ketika penonton keluar dari bioskop bisa membawa pelajaran, dan mereka yang sedang berproses menjadi lebih baik lagi tidak menganggap diri mereka lebih baik dari orang lain," ujar produser Rendy Gunawan.


Bagi Endy, membintangi drama romantis memiliki tantangan tersendiri. Sebab, genre ini cukup jarang didapatnya. Terlebih, drama romantis yang memiliki latar religi.

Namun, memerankan Omar baginya adalah proses yang menyenangkan. Sebab, dari karakter tersebut Endy juga belajar tentang sebuah arti ketulusan dan kesabaran, serta penerimaan kekurangan baik yang dimiliki sendiri maupun orang lain.

"Di film ini Omar berfungsi untuk membantu Alina bisa berubah lebih baik lagi. Namun, yang membuat Alina bisa menerima Omar karena dia juga sosok laki-laki memiliki pemikiran terbuka. Kisah perjalanan hijrah orang bisa beragam, termasuk Alina. Di sini saya belajar untuk memahami dan menerima, bukannya menghakimi," ujar Endy Arfian.

Bagi Steffi Zamora, ini adalah film drama romance dengan latar religi pertamanya. Meski sempat diliputi ketakutan tentang ekspektasi pada awal menerima proyek ini, Steffi justru belajar dari karakter Alina yang diperankannya.

"Perjalanan hijrah Alina di film ini menurutku bisa relate dengan banyak anak muda. Perjalanan hijrah itu tidak semenakutkan itu. Hijrah juga bukan berarti berubah dari fisik termasuk pakaiannya saja, melainkan dari dalam kita untuk menjadi lebih baik," ujar Steffi Zamora.

Sementara itu, Daffa Wardhana yang memerankan Joe, karakter yang memantik perubahan besar dalam hidup Alina mengungkapkan pada dasarnya Joe memiliki ambisi yang besar dan punya mimpi bersama Alina.

"Namun cara Joe itu salah. Bisa dibilang Joe itu ada sisi toxic positivity-nya. Meski punya ambisi dan mimpi untuk Alina, tetapi malah jadi hal yang kurang baik. Pada akhirnya dari karakter Joe kita juga bisa belajar tentang perjalanan spiritual dan hati, ada proses untuk berubah," ungkap Daffa Wardhana.

Di film ini, ada tiga OST utama yakni Ingin Hijrah dan Arah Bersamamu yang dibawakan oleh Nadzira Shafa yang juga bermain di film ini, serta lagu Menjadi Kisahku yang dibawakan oleh Thia Ryna. Ketiga lagu ini juga akan menambah sisi emosional ceritanya menjadi lebih dalam. Serta merangkum perjalanan karakter utamanya, Alina dan Omar. Ketiga lagu yang menjadi OST film Pengin Hijrah dirilis di bawah bendera Royal Prima Musikindo (RPM) dan sudah bisa didengarkan di seluruh platform streaming digital.

Tonton film Pengin Hijrah di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2025. Ikuti informasi terbaru film drama religi Pengin Hijrah persembahan Sinemata Buana Kreasindo di akun Instagram @penginhijrah.film dan @multibuanakreasindo.

Rachel Amanda Jadi Stand Up Comedian Dalam Debut Film Panjang Aco Tenriyagelli Berjudul 'Suka Duka Tawa', Drama Komedi Persembahan BION Studios


Jakarta, 17 Oktober 2025 BION Studios, perusahaan film bagian dari Visinema Group, mempersembahkan film terbaru drama komedi berjudul Suka Duka Tawa, debut film panjang dari sutradara Aco Tenriyagelli.

Aco sebelumnya dikenal lewat karya serial populer, film pendek, video musik, dan iklan komersial. Ia meraih nominasi Piala Citra untuk Film Pendek Terbaik, serta berbagai penghargaan lain untuk video musik dan iklan yang disutradarainya.


Film Suka Duka Tawa akan dibintangi oleh Rachel Amanda, dan para pemain lain yang akan diumumkan segera. Dalam video pengumuman judul yang dirilis di kanal media sosial BION Studios, terlihat Rachel Amanda berdiri di depan mikrofon, gugup tapi jenaka. "Gue tuh bingung ya..." ucapnya, disambut tawa penonton, menjadi cuplikan pertama dari dunia Suka Duka Tawa.



Seperti yang tersirat dari video tersebut, film ini akan mengikuti kisah seorang pelawak tunggal (komika) yang diperankan oleh Rachel Amanda. Suka Duka Tawa menjadi kolaborasi antara BION Studios dan Spasi Moving Image. Film ini diproduseri oleh Tersi Eva Ranti dan Ajish Dibyo.

"Kami sudah lama mengikuti karya Aco lewat film pendek dan video musiknya," ujar produser Tersi Eva Ranti. "Kesempatan untuk akhirnya bekerja sama di debut film panjangnya terasa sangat tepat, apalagi dengan genre drama komedi yang bercerita tentang komika perempuan, dunia yang masih jarang diangkat. Biasanya komika tampil untuk membuat penonton tertawa, tapi di film ini justru memperlihatkan mereka tertawa justru untuk bertahan."

"Dalam hidup kita semua mempunyai duka & luka masing-masing, saya berharap kita semua bisa bertumbuh sebagai manusia bukan dengan melupakan dan meninggalkan luka tersebut, tapi justru memikulnya dan tumbuh semakin kuat dengan TAWA," ujar sutradara Aco Tenriyagelli.

"Selama ini saya sering bercerita lewat serial, film pendek atau video musik. Setiap medium bercerita memiliki tantangannya masing-masing, film panjang selalu menjadi sesuatu yang saya nantikan karena ruang bercerita dan eksplorasi yang semakin luas. Saya bersyukur BION Studios dan Spasi Moving Image memberi kepercayaan untuk perjalanan pertama ini," lanjut Aco.


"Peran sebagai komika ini benar-benar sesuatu yang baru buat aku," kata Amanda. "Seru banget bisa belajar hal-hal yang biasanya tidak kelihatan di balik panggung. Dan pastinya, sangat menyenangkan bisa diarahkan Aco lagi di debut film panjangnya."

Aco dan Rachel sebelumnya pernah bekerja sama dalam sebuah serial. Suka Duka Tawa diproduksi oleh BION Studios, salah satu unit bisnis dari Visinema yang berfokus pada kolaborasi kreatif para kreator yang menghadirkan sudut pandang baru dan semangat segar dalam berkarya. Studio ini memiliki misi untuk menangkap ide-ide segar yang tumbuh dari cerita dan tren yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ikuti perkembangan terbaru dari film Suka Duka Tawa persembahan BION Studios dan Spasi Moving Image yang akan tayang segera di jaringan bioskop seluruh Indonesia.

Official First Look Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa Luna Maya Tampil Misterius, Semakin Mirip dengan Suzzanna!



Jakarta, 17 Oktober 2025 -Setelah merilis official teaser poster, film horor terbaru persembahan Soraya Intercine Films dari produser Sunil Soraya, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa kini merilis official first look yang menampilkan Luna Maya sebagai Suzzanna. Dalam official first look tersebut memperlihatkan penampilan misterius Luna Maya yang semakin mirip dengan Suzzanna.



Dalam first look tersebut, Luna Maya mengenakan kerudung berwarna merah dengan roncean bunga melati di atas kepalanya. Sementara kedua tangannya memegang sebuah benda dengan nyala api membara. Penampilan Luna Maya tersebut juga mengingatkan pada sosok Suzzanna dalam karya klasik Soraya Intercine Films, Santet (1989).

Perilisan official first look juga bertepatan dengan momentum 17 tahun mengenang wafatnya Suzzanna. Suzzanna meninggal pada 15 Oktober 2008, yang hingga kini sosoknya dikenang sebagai Ikon Ratu Horor Indonesia.

"Di film terbaru Suzzanna ini saya mengucapkan terima kasih untuk seluruh kru, yang memberikan perspektif berbeda dan membawa warna baru dari cerita horor Suzzanna. Termasuk dalam tata rias yang memberikan penampilan saya menjadi berbeda di depan layar. Sampai saat ini saya merasa terhormat diberikan kesempatan untuk memerankan Suzzanna, sosok yang karyanya selalu memberi kesan untuk perfilman Indonesia," ujar Luna Maya.

Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa ditulis dan diproduseri oleh Sunil Soraya, dengan sutradara Azhar Kinoi Lubis. Film ini ditulis oleh Sunil bersama Jujur Prananto dan Ferry Lesmana. Di film ini, Luna Maya akan beradu peran dengan Reza Rahadian. Selain keduanya, jajaran bintang lainnya akan diumumkan segera.

"Kami sangat antusias untuk menyambut rilisnya film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa. Saat ini kami sudah menyelesaikan syuting dan tengah memasuki tahap pasca-produksi. First look ini adalah sebuah homage dari karya klasik Soraya dari universe Suzzanna. Namun, di film ini kami juga ingin membawa kebaruan dengan menghadirkan cerita dan skala produksi yang jauh lebih epik dari dua film Suzzanna sebelumnya. Pastinya film ini akan menghibur penonton film dan penggemar Suzzanna," ujar produser Sunil Soraya.

Sebelumnya, universe Suzzanna dari Soraya Intercine Films telah meraih kesuksesan. Di antaranya, film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur (2018) meraih sukses blockbuster dengan raihan 3 juta lebih penonton. Selanjutnya, Suzzanna: Malam Jumat Kliwon (2023) juga meraih sukses blockbuster dengan raihan 2 juta lebih penonton.

Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan akan segera rilis di jaringan bioskop Indonesia. Ikuti informasi terbaru tentang film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa melalui akun Instagram resmi @sorayaintercinefilms dan @filmsuzzanna.official.

Kamis, 16 Oktober 2025

Film SAMSARA Meraih Nominasi Terbanyak di Asia Pacific Screen Awards 2025


Jakarta, 15 Oktober 2025 Samsara, film karya Garin Nugroho, mendapat tiga nominasi pada Asia Pacific Screen Awards ke-18 yang akan digelar pada tanggal 27 November mendatang di Goaldcoast, Australia. Samsara merupakan film bisu berlatar sejarah dan budaya Bali yang produksi Cineria Films bekerja sama dengan Esplanade-Theatres on The Bay, Lynx Films, United Communications dan Silur Barong. Film ini dibintangi oleh Aryo Bayu, Juliet Widyasari Burnett, dan Gus Bang Sada.


Asia Pacific Screen Awards (APSA) adalah penghargaan perfilman internasional yang didirikan pada tahun 2007 oleh Pemerintah Negara Bagian Queensland, Australia, untuk menghargai keunggulan sinematik dan keragaman budaya di kawasan Asia-Pasifik. Penghargaan ini dikenal sebagai "Oscar Asia-Pasifik" dan menilai film berdasarkan kualitas sinematik dan bagaimana film tersebut merefleksikan budaya asal mereka.

Pada perhelatan tahun ini, tercatat 33 film dari 24 negara dan kawasan yang berpatisipasi. Selain Somsara, ada juga film It Was Just on Accident karya Jafar Panahi (Iran), Magellan karya Lav Diaz (Filipina), The Sun Rises on Us All karya Cai Shangjun (Tiongkok), dan Two Seasons, Two Strangers karya Sho Miyake (Jepang) yang akan berkompetisi di kategori Film Terbaik. Samsara menjadi film dengan nominasi terbanyak dan memimpin dengan tiga nominasi, yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik untuk Garin Nugroho, dan Penata Kamera Terbaik untuk Batara Goempar.


Produser Gita Fara menyampaikan kegembiraannya atas apresiasi yang diterima film Samsara, "Samsara sudah melalui perjalanan panjang keberbagai festival dan tempat pemutaran, mendapat nomonasi di Asian Pasific Screen Awards adalah sebuah pencapaian tersendiri yang kami syukuri. Terima kasih atas apresiasinya untuk film. Samsara, semoga semakin banyak yang bisa menonton film ini."
Samsara berkisah tentang seorang pria dari keluarga miskin di Bali pada tahun 30-an yang ditolak lamarannya oleh orang tua kaya dari perempuan yang dicintainya. Dia melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk mendapatkan kekayaan. Namun, dalam prosesnya, ritual ini justru mengutuk istri dan anaknya hingga menderita. Samsara menyajikan karya kreatif dan kolaboratif dengan para seniman yang telah berpengalaman di bidangnya, di antaranya koreografer Ida Ayu Wayan Arya Satyani, Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari 1 Ketut Arini, Cok Sawitri, Aryani Willems, Valentine Payen-Wicaksono, penari-penari dari Komunitas Bumi Bajra, Bali, Komposer Wayan Sudirana dan Gamelan Yuganada, serta Kasimyn dari Gabber Modus Operandi.

Nantikan film Samsara di bioskop tanah air mulai tanggal 20 November 2025. Pantau terus kanal-kanal media sosial Samsara, atau hubungi Tim Publisis untuk informasi terkini.

Gala Premiere & Press Conference Tumbal Darah: Gebrakan Baru Horor-Action Indonesia, Banjir Teriakan dan Pujian!

suasana press conference film tumbal darah


Jakarta, 16 Oktober 2025 MAGMA Entertainment, bekerja sama dengan Wahana Kreator, Sinemaku Pictures, Virtuelines Entertainment, Caravan Studio, Dunia Mencekam Studios, VMS Studio, PK Films, dan Samara Group sukses menggelar Press Conference & Gala Premiere untuk film terbaru mereka yang paling dinantikan, Tumbal Darah, pada Kamis, 16 Oktober 2025, di Epicentrum XXI. Acara yang bertabur bintang ini menjadi saksi lahirnya sebuah standar baru dalam genre horor-aksi Indonesia, meninggalkan penonton dengan napas tertahan dan adrenalin yang memuncak.

Atmosfer penuh ketegangan sudah terasa saat para kreator dan pemain utama memasuki karpet merah. Acara ini dihadiri oleh jajaran produser: Linda Gozali (MAGMA Entertainment), Salman Aristo (Wahana Kreator), produser eksekutif Prilly Latuconsina, sutradara Charles Gozali, serta para pemeran yang tampil memukau: Martino Lio, Sallum Key, Donny Alamsyah, Agla Artadila, Aksara Dena, Rania Putrisari, dan Epy Kusnandar, bersama jajaran cast pendukung lainnya.

Tumbal Darah melanjutkan tradisi MAGMA Entertainment yang selalu menghadirkan gebrakan segar. Menggabungkan horor mencekam, aksi brutal, dan drama yang menguras emosi, film ini adalah bukti nyata komitmen mereka.

"Kami di MAGMA berdedikasi untuk terus membawakan film yang berbeda dan berkualitas dalam genre horor yang sangat lekat dengan masyarakat Indonesia," ujar Linda Gozali, produser MAGMA Entertainment. "Tumbal Darah menjadi bukti atas janji tersebut; ini bukan sekadar film horor, ini adalah sebuah pengalaman sinematik yang akan mendorong batas."

produser dan sutradara film tumbal darah
Linda Gozali dan Charles Gozali

Dedikasi tersebut diamini oleh sutradara Charles Gozali, yang memuji totalitas seluruh tim. "Setiap adegan, setiap tetes keringat di film ini adalah hasil kerja keras dan dedikasi luar biasa dari para pemain dan seluruh kru. Kami semua bersatu untuk menciptakan sebuah dunia di mana teror terasa begitu nyata," ungkapnya.

Hasilnya terbayar lunas. Riuh tepuk tangan dan teriakan penonton setelah film selesai menjadi bukti antusiasme luar biasa. Salah seorang penonton bahkan berkomentar, "Tumbal Darah

adalah pengalaman menonton yang gila, full terror sepanjang durasi!" Rekam jejak positif ini melanjutkan kesuksesan sebelumnya saat Tumbal Darah pertama kali tayang dalam sesi sold out di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) 2024.


Ingin merasakan ketegangan yang didapatkan dari film ini secara langsung? Tumbal Darah juga akan hadir di dunia nyata melalui Wahana Klinik Setan! Sebuah wahana rumah hantu bertema Tumbal Darah yang siap menerormu mulai 17 Oktober sampai 6 November 2025. Kunjungi Wahana Klinik Setan di Trans Studio Cibubur dan rasakan teror yang nyata.

Tak hanya itu, sebuah teaser dari film terbaru MAGMA Entertainment yang menjadi bagian dari universe Qodrat juga ditampilkan secara eksklusif di awal film. Untuk kalian yang penasaran, saksikan langsung dalam film Tumbal Darah!

Bagi publik yang tidak sabar untuk ikut mendobrak keluar dari klinik setan, kesempatan datang lebih awal. Tiket Advance Ticket Sales (ATS) untuk Special Screening di 11 kota besar pada 18 Oktober 2025 kini telah dibuka. Manfaatkan promo spesial Buy One Get One Free (BOGOF) untuk menjadi yang pertama menyaksikan teror Tumbal Darah.


Jangan lewatkan mahakarya horor-aksi paling ditunggu tahun ini! Tumbal Darah akan menghantui seluruh bioskop Indonesia mulai minggu depan, 23 Oktober 2025.

Untuk informasi lebih lanjut dan konten eksklusif di balik layar, ikuti akun media sosial resmi @tumbaldarahfilm dan @magmaent.

Selasa, 14 Oktober 2025

Film Dopamin Merilis Official Trailer & Poster: Saat Pernikahan Angga Yunanda & Shenina Cinnamon Dikejutkan dengan Sekoper Uang dan Mayat Tamu Asing Mengubah Perjalanan Cinta dan Hidup Mereka

Film Dopamin akan menjadi film penutup Jakarta Film Week 2025. 
Tayang serentak di Bioskop mulai 13 November 2025.



Jakarta, 14 Oktober 2025-Starvision dan Karuna Pictures merilis official trailer dan poster film Dopamin karya sutradara Teddy Soeria Atmadja. Dalam official trailer & poster film Dopamin, menampilkan kisah pasangan muda Malik (Angga Yunanda) dan Alya (Shenina Cinnamon) yang baru saja menikah. Namun, keduanya dilanda kesulitan ekonomi sejak Malik terkena PHK.


Malik, yang baru saja pulang wawancara kerja terkena musibah saat ban mobilnya pecah di tengah hujan deras. Tiba-tiba, orang asing yang tak dikenal menghampiri dan memberi tumpangan pulang. Sang tamu asing itu pun menginap di rumah Malik dan Alya. Pagi hari, Malik dan Alya syok menemukan tamunya terbujur kaku dengan jarum suntik di tangan, meninggalkan sekoper uang milyaran yang mengubah kehidupan pasangan muda ini!


Film Dopamin tak hanya menampilkan drama romansa klasik namun membawa sentuhan segar dengan tema romantic survival drama! Mengikuti kehidupan dua pasangan muda yang baru menikah dan terhimpit kesulitan ekonomi. Film ini membawa tema universal dengan sentuhan segar yang akan membawa penonton seperti di wahana roller coaster.

produser Chand Parwez Servia.

"Film Dopamin memiliki tema yang sangat dekat dengan banyak penonton. Bagaimana pasangan muda yang baru menikah menghadapi kesulitan ekonomi. Teddy Soeria Atmadja membungkus permasalahan ini dengan sudut pandang yang baru. Karakter Malik dan Alya juga menjadi representasi yang bisa kita ambil pelajaran untuk saling memberi dan saling membangun sebagai pasangan. Apa yang akan kamu lakukan untuk kebahagiaan pasanganmu?" ujar produser Chand Parwez Servia.

Dalam produksi film Dopamin, Teddy Soeria Atmadja juga menerapkan syuting sehat. Dengan durasi produksi 28 hari, syuting tak lebih dari 12 jam dalam sehari dan semuanya berjalan secara efektif dan efisien dalam suasana kekeluargaan.


sutradara Teddy Soeria Atmadja.

"Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon memberikan energi yang memudahkan dalam produksi film ini. Sebagai pasangan suami-istri di dunia nyata, mereka merefleksikan karakter Malik dan Alya menjadi lebih hidup dan memiliki dimensi yang dibutuhkan secara kreatif dari cerita film ini. Memberikan dimensi karakter yang sangat menarik dari keduanya yang belum pernah dilihat oleh penonton Indonesia," ujar sutradara Teddy Soeria Atmadja.

Film Dopamin juga menandai pertama kalinya Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon sebagai pemeran utama dan menjadi pasangan dalam film setelah keduanya menikah. Bagi keduanya, menjadi pasangan di film ini menjadi terasa lebih mudah, sekaligus menjadi tantangan baru!.

cast film dopamin 

"Ternyata sangat seru bisa main berdua bareng. Film Dopamin sangat spesial bagi kami berdua karena pertama kalinya kami dipasangkan sebagai main character. Kami merasa tertantang, sekaligus lebih efisien," kata Angga Yunanda.

"Bermain bersama Angga di film ini bahkan pillow talk kami sebelum tidur itu ngomongin naskah. Besok adegan apa yang akan diambil. Dan itu sangat amat mempermudah. Aku pikir syuting dengan pasangan sendiri bakal jadi lebih susah, karena bakal susah membedakan mana kehidupan asli dengan Angga. Ternyata Smalah kebalikannya, enjoy banget. Bahkan aku bilang sama Angga, aku bisa melakukan ini sering-sering," tambah Shenina Cinnamon.

Selain Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon, film Dopamin dibintangi oleh Anjasmara, Andri Mashadi, Teuku Rifnu Wikana, Totos Rasiti, Nagra Pakusadewo, Kiki Narendra, Rizky Inggar, Verdi Solaiman, Tike Priatnakusumah, Aida Nurmala, Willem Bevers, Alfian Phang, dan lain-lain.


cast film dopamin 

Sebelum tayang secara reguler di jaringan bioskop Indonesia, film Dopamin akan melakukan penayangan perdana di Jakarta Film Week (JFW) 2025. Film Dopamin terpilih sebagai closing film di JFW 2025 yang akan tayang pada 26 Oktober 2025 di CGV Grand Indonesia. Antusiasme dan antisipasi yang tinggi untuk film ini dari penonton juga terlihat dari telah terjual habis tiket penayangan film Dopamin di JFW 2025!

Tonton film Dopamin persembahan Starvision dan Karuna Pictures yang akan tayang di Bioskop mulai 13 November 2025. Temukan cara bahagia di dunia yang semakin gila! Ikuti perkembangan terbaru film Dopamin melalui akun Instagram @FilmDopamin @Starvisionplus dan Tiktok @StarvisionOfficial.

Kamis, 09 Oktober 2025

Nyawa Jadi Taruhan: 3 Aksi Gila di Balik Layar Tumbal Darah yang Bikin Geleng Kepala


Sebuah film horor yang bagus tidak lahir dari proses yang main-main. Di lokasi syuting Tumbal Darah, batas antara akting dan bahaya menjadi sangat tipis. Film terbaru dari MAGMA Entertainment berkolaborasi dengan Wahana Kreator dan Sinemaku Pictures, yang siap meneror bioskop 23 Oktober 2025 ini menyimpan cerita di balik layar yang tak kalah mengerikan dari filmnya sendiri.

Lupakan cerita syuting biasa. Ini adalah kisah tentang totalitas brutal, keberanian nekat, dan dedikasi yang mempertaruhkan segalanya.

1. Taruhan Nyawa: Marthino Lio Minta Ditabrak Mobil Sungguhan

Di salah satu adegan paling fatal, karakter Jefri (Marthino Lio) harus tertabrak mobil. Setelah stuntman melakukannya dua kali, Marthino Lio merasa tertantang dan ingin melakukan adegan itu sendiri supaya terasa lebih nyata.

"Bang Charles nawarin buat dia yang bawa mobilnya. Gue langsung mikir, 'sutradaranya aja segila ini, masa gue nggak?" Ayo, sikat!" cerita Lio.

Hasilnya? Adegan berbahaya tersebut berhasil dilakukan dengan sempurna oleh Marthino Lio sendiri dengan persiapan yang matang.

2. Totalitas Brutal: Sallum Ratu Ke 'Menjadi' Ibu Hamil Selama Berbulan-bulan

Untuk memerankan Ella, seorang wanita hamil yang jiwanya terancam, Sallum Ratu Ke melakukan transformasi fisik ekstrem. la mengenakan prostetik perut buncit setiap hari selama berbulan-bulan, bahkan saat pergi ke mal atau bertemu teman.

"Aku yang minta. Karena aku belum pernah hamil, aku harus tahu gimana rasanya pergi kemanapun dengan calon bayi itu setiap detik. Aku pakai terus, kecuali tidur," ungkap Sallum.

Dedikasinya membuat setiap gerak dan napasnya di layar terasa begitu autentik, seolah ia benar-benar sedang berjuang untuk dua nyawa.

3. Sutradara 'Gila': Charles Gozali Hentikan Golok dengan Mulut

Charles Gozali bukan tipe sutradara yang hanya duduk manis di belakang monitor. Saat ada adegan di mana Jefri harus menghentikan ayunan golok dengan mulutnya, Marthino Lio sempat ragu.

"Gue agak ngeri buat ngelakuinnya. Tiba-tiba, tanpa banyak omong, bang Charles maju dan langsung mencontohkan adegan itu. Dia hentikan golok itu pakai mulutnya. Sejak itu, gue nggak punya alasan buat takut," ujar Lio.

Darah dan Keringat di Balik Teror

Totalitas gila-gilaan inilah yang menjadi nyawa dari Tumbal Darah. Setiap tetes keringat, risiko, dan pengorbanan di balik layar siap bertransformasi menjadi teror murni di layar bioskop.

Saksikan hasil dari dedikasi brutal ini dalam Tumbal Darah, mulai 23 Oktober 2025. Ikuti terus info terpanasnya di @tumbaldarahfilm dan @magmaent.

Film Yohanna Bawa Pesan Universal yang Menyentuh Hati dan Dekat dengan Kehidupan, Tayang 9 April 2026 Di Bioskop

Jakarta, 3 April 2026 — Film Yohanna, karya sutradara Razka Robby Ertanto, produksi Summerland, Reason8 Films, dan Pilgrim Film ...